Syirik Membawa Petaka (SMP)


Lagiii... dalam rangka menggalakkan SEO-SEO positif mengenai keyword SMP
yang tak bosen-bosennya untuk menyingkirkan SEO-SEO negatif yang dipelopori oleh orang-orang yang syirik, orang-orang kafir yang dimotori dan dibantu oleh syetan-syetan laknatullah yang memang dengan sengaja untuk menjerumuskan umat manusia dari kehinaan dan kenistaan di dunia ini agar kelak bisa mengikuti jejak-jejak syetan laknatullah ke jurang Neraka Jahanam. NAUDZUBILLAH...
Untuk itu seperti biasanya saya pada kesempatan yang berbahagia ini akan saya postingkan mengenai Bahayanya Syirik. Seperti kita ketahui bahwasanya apabila kita sesering mungkin dan sedapat mungkin untuk melawan-melawan kedzoliman yang ada di muka bumi ini cukuplah banyak-banyak bersabar dan memerlukan proses yang cukup panjang sebagai contoh buku yang putih lalu banyak tulisan-tulisan atau noda-noda hitam yang menghiasi buku tersebut, tentunya kita harus menghapusnya pakai tip ex ataupun penghapus lainnya secara perlahan-lahan agar buku tersebut putih kembali. Begitu juga kebalikannya apabila buku itu putih akan sangatlah cepat dinodai oleh macam-macam warna yang menghiasinya.
Syirik atau menyekutukan Allah adalah sesuatu yang amat diharamkan dan secara mutlak ia merupakan dosa yang paling besar. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar (tiga kali) ? mereka menjawab : ya, wahai Rasulullah ! beliau bersabda : menyekutukan Allah“ [muttafaq ‘alaih, Al Bukhari hadits nomor : 2511]
Setiap dosa kemungkinan diampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala, kecuali dosa syirik, ia memerlukan taubat secara khusus, Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya” [QS An Nisa : 48]
Di antara macam syirik adalah syirik besar. Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan, jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka.
Di antara kenyataan syirik yang umum terjadi di sebagian besar negara-negara Islam adalah:
Menyembah Kuburan
Yakni kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia bisa memenuhi hajat, serta bisa membebaskan manusia dari berbagai kesulitan. Karena kepercayaan ini. Mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia, padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” [QS Al Isra’ :23]
Termasuk dalam kategori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal, baik para nabi, orang-orang shaleh, atau lainnya untuk mendapatkan syafaat atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup. Padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman :“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)?” [QS An Naml : 62]
“Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu” [QS Al A’raaf : 194]
“Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (do’anya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka”. [QS Al Ahqaaf : 5]
“Barang siapa mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah niscaya akan masuk neraka [HR Bukhari, fathul bari : 8/176]
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemadharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya” [QS Yunus : 107]
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah”. [At Taubah : 31]
“Dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah)”. [At Taubah : 29]
Bernadzar Untuk Selain Allah
Termasuk syirik adalah bernadzar untuk selain Allah seperti yang dilakukan oleh sebagian orang yang bernadzar memberi lilin dan lampu untuk para ahli kubur, Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah. Termasuk syirik besar adalah menyembelih binatang untuk selain Allah.padahal Allah Tabaroka wata’ala berfirman :
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” [QS Al Kutsar : 2].
Maksudnya berkurbanlah hanya untuk Allah dan atas namaNya.“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” [HR Muslim, shahih Muslim No : 1978]
Pada binatang sembelihan itu terdapat dua hal yang diharamkan.
Pertama : penyembelihannya untuk selain Allah, dan
kedua : penyembelihannya dengan atas nama selain Allah.
Keduanya menjadikan daging binatang sembelihan itu tidak boleh dimakan. Dan termasuk penyembelihan jahiliyah yang terkenal di zaman kita saat ini- adalah menyembelih untuk jin. Yaitu manakala mereka membeli rumah atau membangunnya, atau ketika menggali sumur mereka menyembelih di tempat tersebut atau di depan pintu gerbangnya sebagai sembelihan (sesajen) karena takut dari gangguan jin.
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah”. [QS At Taubah : 31]
Sihir, Perdukunan dan Ramalan
Temasuk syirik yang banyak terjadi adalah sihir, perdukunan dan ramalan. Adapun sihir, ia termasuk perbuatan kufur dan di antara tujuh dosa besar yang menyebabkan kebinasaan. Sihir hanya mendatangkan bahaya dan sama sekali tidak bermanfaat bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman: “Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi madharat kepadanya dan tidak memberi manfaat [QS Al Baqarah : 102).
“Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang” [QS Thaha : 69]
Orang yang mengajarkan sihir adalah kafir. Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir) hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan(sesuatu kepada seseorangpun) sebelum mengatakan, “sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. [QS Al Baqarah : 102].
Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh, pekerjaannya haram dan jahat. Orang-orang bodoh, sesat dan lemah iman pergi kepada para tukang sihir untuk berbuat jahat kepada orang lain atau untuk membalas dendam kepada mereka. Di antara manusia ada yang melakukan perbuatan haram, dengan mendatangi tukang sihir dan memohon pertolongan padanya agar terbebas dari pengaruh sihir yang menimpanya. Padahal seharusnya ia mengadu dan kembali kepada Allah, memohon kesembuhan dengan KalamNya, seperti dengan Mu’awwidzat [QS surat Al Ikhlas, QS surat Al Falaq, dan QS surat An Naas)dan sebagainya.
“Barang siapa mendatangi dukun dan tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW”. [HR Ahmad: 2/ 429, dalam shahih jami’ hadits, no : 5939]
Adapun jika orang yang datang tersebut tidak mempercayai bahwa mereka mengetahui hal-hal ghaib, tetapi misalnya pergi untuk sekedar ingin tahu, coba-coba atau sejenisnya, maka ia tidak tergolong orang kafir, tetapi shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.
“Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan padanya tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh malam” [HR Shahih Muslim : 4 / 1751].
Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai Astrologi (ramalan bintang) seperti yang banyak kita temui di Koran dan majalah. Jika ia mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet tersebut maka dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan maka ia telah melakukan perbuatan maksiat dan berdosa. Sebab tidak dibolehkan mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Di samping syaitan terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada hal-hal syirik tersebut, maka membacanya termasuk sarana dan jalan menuju kemusyrikan.
Termasuk syirik, mempercayai adanya manfaat pada sesuatu yang tidak dijadikan demikian oleh Allah Tabaroka wata’ala. Seperti kepercayaan sebagian orang terhadap jimat, mantera-mantera berbahu syirik, kalung dari tulang, gelang logam dan sebagainya, yang penggunaannya sesuai dengan perintah dukun, tukang sihir, atau memang merupakan kepercayaan turun menurun.
Mereka mengalungkan barang-barang tersebut di leher, atau pada anak-anak mereka untuk menolak ‘ain (pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang dengan pandangan matanya; kena mata). Demikian anggapan mereka. Terkadang mereka mengikatkan barang-barang tersebut pada badan, manggantungkannya di mobil atau rumah, atau mereka mengenakan cincin dengan berbagai macam batu permata, disertai kepercayaan tertentu, seperti untuk tolak bala’ atau untuk menghilangkannya.
Hal semacam ini, tak diragukan lagi sangat bertentangan dengan (perintah) tawakkal kepada Allah. Dan tidaklah hal itu menambah kepada manusia, selain kelemahan. Belum lagi ia termasuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan.
Berbagai jimat yang digantungkan, sebagian besar dari padanya termasuk syirik jaly (yang nyata). Demikian pula dengan minta pertolongan kepada sebagian jin atau setan, gambar-gambar yang tak bermakna, tulisan-tulisan yang tak berarti dan sebagainya. Sebagian tukang tenung (sulap) menulis ayat-ayat Al Qur’an dan mencampur-adukkannya dengan hal lain yang termasuk syirik. Bahkan sebagian mereka menulis ayat-ayat Al Qur’an dengan barang yang najis atau dengan darah haid. Menggantungkan atau mengikatkan segala yang disebutkan di atas adalah haram. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :
“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik [HR Imam Ahmad :4/ 156 dan dalam silsilah hadits shahihah hadits No : 492].
Orang yang melakukan perbuatan tersebut, jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu bisa mendatangkan manfaat atau madharat (dengan sendirinya) selain Allah maka dia telah masuk dalam golongan pelaku syirik besar. Dan jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu merupakan sebab bagi datangnya manfaat, padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab, maka dia telah terjerumus pada perbutan syirik kecil, dan ini masuk dalam kategori syirkul asbab.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf postingannya terlalu panjang dan sangat panjang.
yang tak bosen-bosennya untuk menyingkirkan SEO-SEO negatif yang dipelopori oleh orang-orang yang syirik, orang-orang kafir yang dimotori dan dibantu oleh syetan-syetan laknatullah yang memang dengan sengaja untuk menjerumuskan umat manusia dari kehinaan dan kenistaan di dunia ini agar kelak bisa mengikuti jejak-jejak syetan laknatullah ke jurang Neraka Jahanam. NAUDZUBILLAH...
Untuk itu seperti biasanya saya pada kesempatan yang berbahagia ini akan saya postingkan mengenai Bahayanya Syirik. Seperti kita ketahui bahwasanya apabila kita sesering mungkin dan sedapat mungkin untuk melawan-melawan kedzoliman yang ada di muka bumi ini cukuplah banyak-banyak bersabar dan memerlukan proses yang cukup panjang sebagai contoh buku yang putih lalu banyak tulisan-tulisan atau noda-noda hitam yang menghiasi buku tersebut, tentunya kita harus menghapusnya pakai tip ex ataupun penghapus lainnya secara perlahan-lahan agar buku tersebut putih kembali. Begitu juga kebalikannya apabila buku itu putih akan sangatlah cepat dinodai oleh macam-macam warna yang menghiasinya.
Syirik atau menyekutukan Allah adalah sesuatu yang amat diharamkan dan secara mutlak ia merupakan dosa yang paling besar. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar (tiga kali) ? mereka menjawab : ya, wahai Rasulullah ! beliau bersabda : menyekutukan Allah“ [muttafaq ‘alaih, Al Bukhari hadits nomor : 2511]
Setiap dosa kemungkinan diampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala, kecuali dosa syirik, ia memerlukan taubat secara khusus, Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya” [QS An Nisa : 48]
Di antara macam syirik adalah syirik besar. Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan, jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka.
Di antara kenyataan syirik yang umum terjadi di sebagian besar negara-negara Islam adalah:
Menyembah Kuburan
Yakni kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia bisa memenuhi hajat, serta bisa membebaskan manusia dari berbagai kesulitan. Karena kepercayaan ini. Mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia, padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” [QS Al Isra’ :23]
Termasuk dalam kategori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal, baik para nabi, orang-orang shaleh, atau lainnya untuk mendapatkan syafaat atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup. Padahal Allah Subhanahu wata’ala berfirman :“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)?” [QS An Naml : 62]
“Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu” [QS Al A’raaf : 194]
“Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat memperkenankan (do’anya) sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do’a mereka”. [QS Al Ahqaaf : 5]
“Barang siapa mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah niscaya akan masuk neraka [HR Bukhari, fathul bari : 8/176]
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemadharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya” [QS Yunus : 107]
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah”. [At Taubah : 31]
“Dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah)”. [At Taubah : 29]
Bernadzar Untuk Selain Allah
Termasuk syirik adalah bernadzar untuk selain Allah seperti yang dilakukan oleh sebagian orang yang bernadzar memberi lilin dan lampu untuk para ahli kubur, Menyembelih Binatang Untuk Selain Allah. Termasuk syirik besar adalah menyembelih binatang untuk selain Allah.padahal Allah Tabaroka wata’ala berfirman :
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” [QS Al Kutsar : 2].
Maksudnya berkurbanlah hanya untuk Allah dan atas namaNya.“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” [HR Muslim, shahih Muslim No : 1978]
Pada binatang sembelihan itu terdapat dua hal yang diharamkan.
Pertama : penyembelihannya untuk selain Allah, dan
kedua : penyembelihannya dengan atas nama selain Allah.
Keduanya menjadikan daging binatang sembelihan itu tidak boleh dimakan. Dan termasuk penyembelihan jahiliyah yang terkenal di zaman kita saat ini- adalah menyembelih untuk jin. Yaitu manakala mereka membeli rumah atau membangunnya, atau ketika menggali sumur mereka menyembelih di tempat tersebut atau di depan pintu gerbangnya sebagai sembelihan (sesajen) karena takut dari gangguan jin.
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah”. [QS At Taubah : 31]
Sihir, Perdukunan dan Ramalan
Temasuk syirik yang banyak terjadi adalah sihir, perdukunan dan ramalan. Adapun sihir, ia termasuk perbuatan kufur dan di antara tujuh dosa besar yang menyebabkan kebinasaan. Sihir hanya mendatangkan bahaya dan sama sekali tidak bermanfaat bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman: “Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi madharat kepadanya dan tidak memberi manfaat [QS Al Baqarah : 102).
“Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang” [QS Thaha : 69]
Orang yang mengajarkan sihir adalah kafir. Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir) hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan(sesuatu kepada seseorangpun) sebelum mengatakan, “sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. [QS Al Baqarah : 102].
Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh, pekerjaannya haram dan jahat. Orang-orang bodoh, sesat dan lemah iman pergi kepada para tukang sihir untuk berbuat jahat kepada orang lain atau untuk membalas dendam kepada mereka. Di antara manusia ada yang melakukan perbuatan haram, dengan mendatangi tukang sihir dan memohon pertolongan padanya agar terbebas dari pengaruh sihir yang menimpanya. Padahal seharusnya ia mengadu dan kembali kepada Allah, memohon kesembuhan dengan KalamNya, seperti dengan Mu’awwidzat [QS surat Al Ikhlas, QS surat Al Falaq, dan QS surat An Naas)dan sebagainya.
“Barang siapa mendatangi dukun dan tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW”. [HR Ahmad: 2/ 429, dalam shahih jami’ hadits, no : 5939]
Adapun jika orang yang datang tersebut tidak mempercayai bahwa mereka mengetahui hal-hal ghaib, tetapi misalnya pergi untuk sekedar ingin tahu, coba-coba atau sejenisnya, maka ia tidak tergolong orang kafir, tetapi shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.
“Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu ia menanyakan padanya tentang sesuatu, maka tidak di terima shalatnya selama empat puluh malam” [HR Shahih Muslim : 4 / 1751].
Termasuk dalam hal ini adalah mempercayai Astrologi (ramalan bintang) seperti yang banyak kita temui di Koran dan majalah. Jika ia mempercayai adanya pengaruh bintang dan planet-planet tersebut maka dia telah musyrik. Jika ia membacanya sekedar untuk hiburan maka ia telah melakukan perbuatan maksiat dan berdosa. Sebab tidak dibolehkan mencari hiburan dengan membaca hal-hal syirik. Di samping syaitan terkadang berhasil menggoda jiwa manusia sehingga ia percaya kepada hal-hal syirik tersebut, maka membacanya termasuk sarana dan jalan menuju kemusyrikan.
Termasuk syirik, mempercayai adanya manfaat pada sesuatu yang tidak dijadikan demikian oleh Allah Tabaroka wata’ala. Seperti kepercayaan sebagian orang terhadap jimat, mantera-mantera berbahu syirik, kalung dari tulang, gelang logam dan sebagainya, yang penggunaannya sesuai dengan perintah dukun, tukang sihir, atau memang merupakan kepercayaan turun menurun.
Mereka mengalungkan barang-barang tersebut di leher, atau pada anak-anak mereka untuk menolak ‘ain (pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang dengan pandangan matanya; kena mata). Demikian anggapan mereka. Terkadang mereka mengikatkan barang-barang tersebut pada badan, manggantungkannya di mobil atau rumah, atau mereka mengenakan cincin dengan berbagai macam batu permata, disertai kepercayaan tertentu, seperti untuk tolak bala’ atau untuk menghilangkannya.
Hal semacam ini, tak diragukan lagi sangat bertentangan dengan (perintah) tawakkal kepada Allah. Dan tidaklah hal itu menambah kepada manusia, selain kelemahan. Belum lagi ia termasuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan.
Berbagai jimat yang digantungkan, sebagian besar dari padanya termasuk syirik jaly (yang nyata). Demikian pula dengan minta pertolongan kepada sebagian jin atau setan, gambar-gambar yang tak bermakna, tulisan-tulisan yang tak berarti dan sebagainya. Sebagian tukang tenung (sulap) menulis ayat-ayat Al Qur’an dan mencampur-adukkannya dengan hal lain yang termasuk syirik. Bahkan sebagian mereka menulis ayat-ayat Al Qur’an dengan barang yang najis atau dengan darah haid. Menggantungkan atau mengikatkan segala yang disebutkan di atas adalah haram. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :
“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik [HR Imam Ahmad :4/ 156 dan dalam silsilah hadits shahihah hadits No : 492].
Orang yang melakukan perbuatan tersebut, jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu bisa mendatangkan manfaat atau madharat (dengan sendirinya) selain Allah maka dia telah masuk dalam golongan pelaku syirik besar. Dan jika ia mempercayai bahwa berbagai hal itu merupakan sebab bagi datangnya manfaat, padahal Allah tidak menjadikannya sebagai sebab, maka dia telah terjerumus pada perbutan syirik kecil, dan ini masuk dalam kategori syirkul asbab.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf postingannya terlalu panjang dan sangat panjang.












38 komentar:
masih banyak saudara2 kita yang mengaku muslim tapi tidak pernah melakukan sholat lima waktu,namun mereka memajang semacam rajah atau ini yang di sebut jimat ditempat usaha atau rumah mereka yang kadang berisi sebagian ayat2 Al Quran.
Misalnya,rajah untuk tolak bala,mendatangkan rejeki dan lain sebagianya....apakah mereka juga sudah termasuk orang2 syirik ?
Iya tuh dosa syirik termasuk dosa yang sangat besar
syirik ini sangat tipis dengan iman, mungkin saking percayanya seorang umat pada profil kiyai/ulama sehingga dia menggantungkan hidupnya pada kiayi bahkan saat sakitpun dia minta kesembuhan pada kiyai, karena dai yakin kiayi itu sangat dekat dengan Alloh
postingan yang sangat menarik mas Harto, Syirik Membawa Petaka, topik yang sangat tepat di bulan suci ini, dan banyak memberikan pembelajaran bagi kita semua, terima-kasih.
kate orang dulu kalo syirik itu tanda tak mampu...
tapi kalau syirik disini sig benar 2 mempersekutukan Allah, lah kite aje kaga suka kalo di jadiin kutu, betullkan...!!?? apelagi DIA yang maha mencipta alam semesta eni.
yg jelas bgt tuh pada ada pemilu orang2 yang katenye pinter berbondong pade minta wejangan ama dukun biar cita2nya tercapai menjadi pemimpin...weleh welehh ono ono wae....
Pak, pengen tanya. Kalau perbuatan sulap itu termasuk sihir gak? kalau termasuk, berarti para masternya sulap syirik dong
sirik dan sihir emang pembawa petaka pak..:)
Satu kata "NO SYIRIK" terima kasih atas pencerahannya pak... seluruh postingan bapak bener2 teladan.. :D
Syirik memang dilaknat Allah Pak... tapi banyak syirik2 lainnya pak.. seperti kerja yg berlebihan sampe lupa sholat dan keluarga.... klo untukku itu syirik juga karna terlalu bangga sama Pekerjaan... atau lainnya....
untuk keywordnya semangat!!!! soalnya puasa malah tambah banyak yg cari Pak.. buktinya kaya postinganku yg kmaren hhe....
Wass,,,
deket banget, bahkan sangat dekat, dosa besar yang sering ada di lingkungan sekitar, bahkan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, kalo ikut silat sirik ga Om ;)), kan silat tu ada yang baca-baca mantra dari buku yang dikasih sama pemimpinnya, adhekku mondok, dan ikut silat, tapi insyaAllah.. ada ulama yang mengarahkan, :D
satu lagi, meskipun panjangnya ampe ke bawah dan panjang banget, aku tetep seneng bacanya Om ^.^, trimakasih banyak, :)
semoga diberi petunjuk oleh ALLAH SWT untuk kembali ke jalan yang benar
nb :
langsung kucatet
salam,
syirik juga terjadi dalam pendidikan, bila ada yang sanggup meminta air jampi dari orang2 tertentu hanya karna ingin lulus sekolah..
kang saya ingin sedikit bertanya, maap jika pengetahuan agama saya kurang.
(disitu juga tertulis mengenai syirik Menyembah Kuburan)
yaitu mempercayai bahwa para wali yang telah meninggal dunia bisa memenuhi hajat, serta bisa membebaskan manusia dari berbagai kesulitan.
-pertanyaan saya,
bagaimana dengan ziarah ke makam wali dengan tujuan hanya mendoakan wali itu saja (tidak lebih,misalnya: berharap ke wali agar permohonnya dikabulkan) ,apakah hal ini merupakan tindakan syirik?
mohon pencerahannya...
SMP semakin mendekati perbudakan setan :)
Sangat bermanfaat Pak Harto, semoga saya selalu bisa menjaga diri dari dosa syirik...
Ayo ikutan dalam NASIONALISME BLOGGER CINTA INDONESIA...
Buktikan RASA NASIONALISME MU.....
mungkin iniLah ironis dari keimanan seseorang, yakni mengamakan budaya dan membudayakan agama. sehingga, antara budaya dgn aga perbedaannya sangat tipis sekaLi.
semoga dgn tuLisan-tuLisan seperti ini dapat meLuruskan maksud dari makna agama dan kebudayaan, di mana agama harus tetap dipegang teguh keimanannya. sedangkan kebudayaan hanya sebagai kebiasaan yg diLakukan sesuai dgn daerahnya masing-masing.
syrik tanda tak mampu,,hehehe,,,^^,,, (kata temen2),,, tapi kalo syrik kpada Allah ,,memang petaka tuh,,, semoga kita semua tergolong orag yg tidak pernah sryrik kepada Allah,,,amin,,
@ Sahabat Zan Insurgent >>>>>>>>>>
Jimat merupakan hal yang tidak asing lagi bagi kita, karena tersebar beragam jenisnya. Bahkan, jimat tersebut sudah menjadi “komoditi dagang” yang laris diperjualbelikan seperti halnya mantra-mantra, rajah-rajah, batu akik pelancar rezki, sabuk bertuah, liontin ajaib, kain dan semacamnya. Kini benda-benda itu bukan lagi sekedar benda mati, tapi telah “naik kelas”, karena diyakini bisa memberikan perlindungan atau kekebalan, mendatangkan rezeki, ataukah pemikat lawan jenis. Namun yang jadi pertanyaan, bagaimana hal ini jika ditimbang oleh syari’at, adakah ia dalam islam? .......... jelas itu syirik ..........
Beberapa ayat Al Qur’an dan hadits menjelaskan :
“Pada hari ini telah Kusenpurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Kucukupkan nikmatKu kepada kalian dan telah Kurhidhoi Islam sebagai agama bagi kalian.” (QS. Al-Maidah: 3)
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS Al-Israa': 82).
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab: Allah, Katakanlah: Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya? Katakanlah: Cukuplah Alloh bagiku. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (QS. Az Zumar: 38)
“Siapa yang menggantungkan jimat maka sungguh dia telah berbuat kesyirikan.” [HR. Ahmad]
“Sesungguhnya jampi-jampi (mantera-mantera yang berasal dari jin dan tidak dapat dipahami artinya), tamimah (jimat-jimat) dan tiwalah (palet, susuk, ajian pengasih dan sejenisnya) termasuk syirik.” [HR Abu Dawud]
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat seseorang yang memakai gelang kuningan di tangannya, maka beliau bertanya, Apa ini? Orang itu menjawab, Penangkal sakit. Nabi pun bersabda, Lepaskanlah, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu. Jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya. [HR. Ahmad]
@ Sahabat Riska Mbem >>>>>>>>>>
Sulap hanyalah kelihaian tangan dan kecepatan tangan saja serta keahliah bagi pemilik sulap itu yang sifatnya hanya untuk menghibur saja, sedangkan syirik itu jelas segala sesuatunya (meminta, berdoa & berharap) bukan karena Allah.
@ Sahabat Zan Insurgent
Jimat merupakan hal yang tidak asing lagi bagi kita, karena tersebar beragam jenisnya. Bahkan, jimat tersebut sudah menjadi “komoditi dagang” yang laris diperjualbelikan seperti halnya mantra-mantra, rajah-rajah, batu akik pelancar rezki, sabuk bertuah, liontin ajaib, kain dan semacamnya. Kini benda-benda itu bukan lagi sekedar benda mati, tapi telah “naik kelas”, karena diyakini bisa memberikan perlindungan atau kekebalan, mendatangkan rezeki, ataukah pemikat lawan jenis. Namun yang jadi pertanyaan, bagaimana hal ini jika ditimbang oleh syari’at, adakah ia dalam islam? .......... jelas itu syirik ..........
Beberapa ayat Al Qur’an dan hadits menjelaskan :
“Pada hari ini telah Kusenpurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Kucukupkan nikmatKu kepada kalian dan telah Kurhidhoi Islam sebagai agama bagi kalian.” (QS. Al-Maidah: 3)
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS Al-Israa': 82).
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab: Allah, Katakanlah: Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (QS. Az Zumar: 38)
“Siapa yang menggantungkan jimat maka sungguh dia telah berbuat kesyirikan.” [HR. Ahmad]
“Sesungguhnya jampi-jampi (mantera-mantera yang berasal dari jin dan tidak dapat dipahami artinya), tamimah (jimat-jimat) dan tiwalah (pelet, susuk, ajian pengasih dan sejenisnya) termasuk syirik.” [HR Abu Dawud]
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat seseorang yang memakai gelang kuningan di tangannya, maka beliau bertanya, Apa ini? Orang itu menjawab, Penangkal sakit. Nabi pun bersabda, Lepaskanlah, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu. Jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya. [HR. Ahmad]
@ Sahabat Riska Mbem
Sulap hanyalah kelihaian tangan dan kecepatan tangan saja serta keahliah bagi pemilik sulap itu yang sifatnya hanya untuk menghibur saja, sedangkan syirik itu jelas segala sesuatunya (meminta, berdoa & berharap) bukan karena Allah.
@ Sahabat Zan Insurgent
Jimat merupakan hal yang tidak asing lagi bagi kita, karena tersebar beragam jenisnya. Bahkan, jimat tersebut sudah menjadi “komoditi dagang” yang laris diperjualbelikan seperti halnya mantra-mantra, rajah-rajah, batu akik pelancar rezki, sabuk bertuah, liontin ajaib, kain dan semacamnya. Kini benda-benda itu bukan lagi sekedar benda mati, tapi telah “naik kelas”, karena diyakini bisa memberikan perlindungan atau kekebalan, mendatangkan rezeki, ataukah pemikat lawan jenis. Namun yang jadi pertanyaan, bagaimana hal ini jika ditimbang oleh syari’at, adakah ia dalam islam? .......... jelas itu syirik ..........
Beberapa ayat Al Qur’an dan hadits menjelaskan :
Pada hari ini telah Kusenpurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Kucukupkan nikmatKu kepada kalian dan telah Kurhidhoi Islam sebagai agama bagi kalian. (QS. Al-Maidah: 3)
Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS Al-Israa': 82).
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab: Allah, Katakanlah: Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (QS. Az Zumar: 38)
Siapa yang menggantungkan jimat maka sungguh dia telah berbuat kesyirikan. (HR. Ahmad)
Sesungguhnya jampi-jampi (mantera-mantera yang berasal dari jin dan tidak dapat dipahami artinya), tamimah (jimat-jimat) dan tiwalah (palet, susuk, ajian pengasih dan sejenisnya) termasuk syirik. [HR Abu Dawud]
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat seseorang yang memakai gelang kuningan di tangannya, maka beliau bertanya, Apa ini? Orang itu menjawab, Penangkal sakit. Nabi pun bersabda, Lepaskanlah, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu. Jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya. [HR. Ahmad]
@ Sahabat Riska Mbem
Sulap hanyalah kelihaian tangan dan kecepatan tangan saja serta keahliah bagi pemilik sulap itu yang sifatnya hanya untuk menghibur saja, sedangkan syirik itu jelas segala sesuatunya (meminta, berdoa & berharap) bukan karena Allah.
@ Sahabat Nyun Nyun
Silat hanyalah keahlian bagi pemiliknya yang bertujuan positif, membantu orang banyak bila dibutuhkan dan juga untuk menjaga diri dari gangguan orang-orang jahat. Sedangkan mantra2nya hanyalah sebagai doa saja agar diberi keselamatan.
@ Sahabat Komunitas motor
Ziarah kekuburan orang tua, keluarga bahkan ke wali hanya sebatas mendoakan saja (memohon kepada Allah) kepada yang sudah meninggal itu bukanlah syirik. Dan apabila kita meminta berkahnya (agar dikabulkan hajatnya) kepada orang yang sudah meninggal sekalipun yang meninggal itu seorang wali tidaklah
diperbolehkan dan sama juga termasuk syirik.
Ziarah Syirik Yaitu ziarah di mana pelakunya terjerumus pada salah satu jenis dari jenis-jenis kesyirikan seperti berdo’a (meminta) kepada selain Allah, atau menyembelih untuk mereka, atau bernadzar untuk mereka, atau beristighatsah kepada mereka, atau meminta perlindungan kepada mereka, atau meminta anak, meminta pertolongan, hujan, kesembuhan atau untuk mengalahkan musuh dan menghilangkan kemudharatan/bahaya serta mendatangkan kemanfaatan dan yang lainnya dari jenis-jenis kesyirikan.
Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. (QS Al-Baqarah:255)
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.(QS Az-Zumar : 3)
@ All Sahabat
Terima kasih atas kunjungan serta komentarnya zhajakumullah hoyron khatsiron.
SEMOGA BERMANFAAT DAN DAPAT MEMBANTU.
mari menjauh dari hal yang syirik
agar hidup makin asiiik
memang syirik bisa menyesatkan sahabat
yak setuju dengan semua tanggapan mas, sayangnya dijaman seperti ini 'masih banyak' yang menggunakan cara-cara 'aneh'
na'udzubillaah.
terimakasih tauziyahnya mas.
maaf, jawaban pertanyaan membesarkan huruf saya publish di alamat berikut ini (email darurat he he)
http://gamezone.alkatro.com/2010/09/membesarkan-teks-dalam-posting.html
Salut dengan pak Harto, ada..aja ide postingan berkaitan dengan keyword SMP.. Namun disini banyak ilmu yg ku dapat.. Thanks atas pencerahannya pak.. Met makan sahur.. :)
Semoga kita dijauhkan dari perbuatan syirik ya?
sebenernya banyak orang islam yang telah melakkan dosa syirik, tapi mereka tidak menyadari bahwa perbuatannya itu adalah syirik, bahkan merasa itu benar!
Bali Villas Bali Villa
Ya Allah, jauhkanlah Hamba-Mu dari semua perbuatan dosa tersebut. Jagakanlah selalu hati Hamba dari sifat syirik, iri, dan dengki. Aminn...
berkunjung lagiiii..
huaaaaa aku salut sama orang-orang yang jago nembak gitu. maksudnya SMP bisa diganti ganti tapi tetep kena di SMP nya. pengen deh. aku masih gagap soal soal google engine dan lain sebagainya :DD hahaha maklum masih remaja berkembang.
mudah2n iman kita tak ternoda oleh hal-hal yang demikian...
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya” [QS An Nisa : 48]
Surat di atas sangatlah "ngeri" sekali.. Mending kita hidup apa adanya dan berserah diri kepada Allah SWT saja.. Amin, mkasih Pak Harto :)
postingan yang sungguh berbobot pak... memberi informasi dan pencerahan... makasih pak...
saya sering baca ramalan bintang, namun sy tdk terlalu menanggapi serius hasil ramalan bintang tsbt hanya untuk iseng2 merileks kan pikiran :)
Apakah sy termasuk melakukan dosa syirik ???
hiii syerem kl bahas ttg syirik Om, mg2 kt bkn trmsk org2 yg spt itu..Amin. Krn sy pny bbrp kali pengalaman buruk dg org2 yg berlaku syirik thd keluarga sy&klrg...sy sampai heran knp org yg melakukan hal tsb, apakah mrk tdk takut dg Allah?...
artikle yang bagus nih bs nambah ilmu ttg agama nihh
knapa yahh dmana-mana ada aja org syirik :(
Dari gambar diatas seperti pakai dukun ya
Poskan Komentar