Anak SMP Jaman Sekarang


Saat ini, kerap kali kita saksikan perilaku amoral yang dilakukan oleh para pelajar. Baik dari media cetak, media elektronik, media online, atau bahkan kita saksikan langsung dalam kehidupan nyata sehari-hari disekitar kehidupan kita. Seperti tawuran antar geng, tawuran antar sekolah, mengkonsumsi miras (narkoba), merokok ditempat umum, pemerkosaan, seks bebas, pencabulan, dan pencurian dan lain-lain.
Dulu sebelum meledaknya dunia informasi kasus-kasus di atas, jarang kita temui, apalagi dikalangan pelajar. Jika ada pelajar mempraktekan salah satu perilaku amoral tadi, maka berita ini merupakan hal yang sangat mengherankan. Apalagi, kejadian itu dipraktekan pelajar yang sekolah dikampung, bisa membuat satu kampung geger, mungkin karena hukum adat atau norma kesopanan dan kesusilaannya masih kental.
Tapi, di zaman sekarang yang konon zaman modern. Perilaku amoral pelajar sangat sering kita dengar dan saksikan, dari kekerasan sampai keromantisan, dan dari mabuk-mabukan sampai pencabulan. Dan parahnya, perilaku ini semakin hari semakin menjadi-jadi, terus menerus bertambah. Misalnya, kasus video adegan mesum yang dilakukan pelajar.
Sebenarnya, hal itu bisa dilakukan pelajar jika ada pemicunya. Yang jadi persoalan, bagaimana seorang pelajar bisa melakukan perilaku amoral tersebut, yang notabenenya sebagai orang terdidik?
Menurut psikolog remaja Universitas Indonesia (UI) Tika Bisono di Jakarta, Senin (10/5), kegiatan melakukan badan di kalangan remaja sekarang semakin menghawatirkan. Pelaku bukan lagi mereka yang masuk usia mahasiswa atau SMA, tetapi sudah sampai ke anak-anak SMP.
Tika menilai fenomena ini berkembang lantaran semakin menurunnya peran orangtua sebagai pengawas dan teman diskusi bagi anak tersebut. Di satu sisi juga perkembangan teknologi informasi semakin pesat hingga masuk ke ruang-ruang privat.
Banyaknya peristiwa-peristiwa baru yang ia kenal dalam lingkungan, akan mengontruksi pemikirannya dan karakteristiknya. Jika lingkungannya baik, maka pengaruhnya pun positif, tapi jika lingkungannya buruk maka sangat berbahaya pada pemikiran dan karakteristik pelajar. Bisa-bisa ia menirunya dan mempraktekannya.
Tapi, walau bagaimanapun, menyalahkan lingkungan seratus persen tidaklah tepat. Karena, tidak semua lingkungan buruk, dan bukankah manusia yang membentuk lingkungan itu sendiri?
Minimnya pendidikan moral (agama)
Pelaku amoral, kebanyakan dilakukan oleh para pelajar sekolah pendidikan umum. Misalnya, istilah tawuran antar madrasah itu tidak ada, yang ada tawuran antar sekolah. Juga adegan video mesum pelajar selalu bertema anak sekolah SMP… kalau dianalisis, hal ini kemungkinan besar karena minimnya pengetahuan agama para pelajar. Kurangnya pemahaman mereka tentang arti dosa dan pahala, surga dan neraka menjadikan sesuatu yang sangat berdosa itu hal yang biasa, setidaknya penyimpangan nilai yang tidak terlalu jauh. Para pelajar yakin hal itu perilaku amoral. Tapi, karena dianggap tidak berdosa lebih jauhnya tidak apa-apa, maka mereka mempraktekan hal itu walau tahu itu penyimpangan.
Nah, disinilah harus diyakini bahwa pengetahuan agama sangat penting bagi perkembangan karakteristik siswa. Pendidikan agama lebih mementingkan praktek dari pada teori, dan lebih mementingkan budi pekerti.
Oleh karena itu, seyogyanya seorang pendidik atau pengajar bisa menerapkan muatan agamis yang syarat dengan budi pekerti terhadap para siswa. Siapapun gurunya dan apa pun yang diajarkannya. Jangan berpikir karena kita guru Biologi, Fisika, Matematika atau apa pun, sehingga masalah moral tidak lagi diprioritaskan.
Mendidik bukan hanya mengajar
Bagi sorang pengajar, menjadikan siswanya pintar itu sudah dikatakan sukses. Tapi tidak bagi sorang pendidik. Guru disamping pengajar juga harus bisa mendidik, agar tidak hanya memperhatikan masalah IQ (intlejensi) siswa, tapi lebih memperhatikan masalah moralnya. Karena itulah kesuksesan seorang guru.
“Buat apa banyak orang pintar kalau tidak bermoral” Itu, asumsi masyarakat. Betapa mereka menuntut dan mengharapkan para anak-anaknya disamping menjadi orang pintar juga berbudi pekerti baik. Dan semua ini adalah tugas seorang pendidik. Maka dari itu, seorang pengajar harus bisa mendidik dengan sebaik-baiknya, agar melahirkan pelajar yang brintelejensi tinggi dan budi pekertinya baik.
Tidak harus guru agama yang menanamkan nilai-nilai agama atau budi pekerti yang baik. Tapi, sudah menjadi kewajiban moral bagi para guru untuk menanamkannya bahkan bertanggung jawab atasnya. Guru bukan hanya pengajar tapi juga pendidik.
Kepada orang tua khususnya ibu-ibu agar terus mengawasi anaknya karena ada sebagian anak yang terjerumus melakukan tingkah laku negatif. Saat ini banyak pemuda dan anak cenderung melakukan tindakan negatif akibat perkembangan teknologi yang maju.
Inilah award buat sobat yang bersedia menulis dan mendukung gerakan seo positif ini
:

Artikel ini dibuat dalam usaha untuk membersihkan kiwot "smp" yang masalahnya telah diposting di ”SMP”
yaitu membersihkan keyword "smp" di search engine google.co.id yang ternyata masih berisi hal-hal yang tidak senonoh.
Postingan ini dibuat untuk mendukung manajemenemosi.blogspot.com dan www. attayaya.net dalam menaikkan khusus untuk keyword/kiwot "SMP" yang berarti positif di mesin pencari gugel. Karena kiwot smp ini sungguh sangat menyedihkan. karena hasil pencarian gugel, ternyata banyak mengetengahkan masalah yang tidak senonoh.
Sanggupkah blog ini melawan web/blog lain yang telah duluan memiliki kiwot SMP dengan isi yang tidak senonoh?
Jika ingin menghilangkan kiwot smp yang tidak senonoh dari halaman awal gugel, silahkan membuat postingan seperti ini. Kopas pun tidak apa.
Demi menyehatkan internet ........
Walau pekerjaan ini berat (terdapat sekitar 18.100.000 keyword "smp" yang sangat pendek), akan tetap terus diusahakan. Dengan bantuan teman-teman semua, pekerjaan ini akan menjadi ringan.
ya mari kita bersihkan Keyword Anak SMP, SMP agar menjadi lebih baaik
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii’)
Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. (HR. Ath-Thabrani)
Jauhilah kezaliman, sesungguhnya kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah kekikiran, sesungguhnya kekikiran telah membinasakan (umat-umat) sebelum kamu, mereka saling membunuh dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan. (HR. Bukhari)
Barangsiapa berjalan bersama seorang yang zalim untuk membantunya dan dia mengetahui bahwa orang itu zalim maka dia telah ke luar dari agama Islam. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Bila orang-orang melihat seorang yang zalim tapi mereka tidak mencegahnya dikhawatirkan Allah akan menimpakan hukuman terhadap mereka semua. (HR. Abu Dawud)
Dulu sebelum meledaknya dunia informasi kasus-kasus di atas, jarang kita temui, apalagi dikalangan pelajar. Jika ada pelajar mempraktekan salah satu perilaku amoral tadi, maka berita ini merupakan hal yang sangat mengherankan. Apalagi, kejadian itu dipraktekan pelajar yang sekolah dikampung, bisa membuat satu kampung geger, mungkin karena hukum adat atau norma kesopanan dan kesusilaannya masih kental.
Tapi, di zaman sekarang yang konon zaman modern. Perilaku amoral pelajar sangat sering kita dengar dan saksikan, dari kekerasan sampai keromantisan, dan dari mabuk-mabukan sampai pencabulan. Dan parahnya, perilaku ini semakin hari semakin menjadi-jadi, terus menerus bertambah. Misalnya, kasus video adegan mesum yang dilakukan pelajar.
Sebenarnya, hal itu bisa dilakukan pelajar jika ada pemicunya. Yang jadi persoalan, bagaimana seorang pelajar bisa melakukan perilaku amoral tersebut, yang notabenenya sebagai orang terdidik?
Menurut psikolog remaja Universitas Indonesia (UI) Tika Bisono di Jakarta, Senin (10/5), kegiatan melakukan badan di kalangan remaja sekarang semakin menghawatirkan. Pelaku bukan lagi mereka yang masuk usia mahasiswa atau SMA, tetapi sudah sampai ke anak-anak SMP.
Tika menilai fenomena ini berkembang lantaran semakin menurunnya peran orangtua sebagai pengawas dan teman diskusi bagi anak tersebut. Di satu sisi juga perkembangan teknologi informasi semakin pesat hingga masuk ke ruang-ruang privat.
Banyaknya peristiwa-peristiwa baru yang ia kenal dalam lingkungan, akan mengontruksi pemikirannya dan karakteristiknya. Jika lingkungannya baik, maka pengaruhnya pun positif, tapi jika lingkungannya buruk maka sangat berbahaya pada pemikiran dan karakteristik pelajar. Bisa-bisa ia menirunya dan mempraktekannya.
Tapi, walau bagaimanapun, menyalahkan lingkungan seratus persen tidaklah tepat. Karena, tidak semua lingkungan buruk, dan bukankah manusia yang membentuk lingkungan itu sendiri?
Minimnya pendidikan moral (agama)
Pelaku amoral, kebanyakan dilakukan oleh para pelajar sekolah pendidikan umum. Misalnya, istilah tawuran antar madrasah itu tidak ada, yang ada tawuran antar sekolah. Juga adegan video mesum pelajar selalu bertema anak sekolah SMP… kalau dianalisis, hal ini kemungkinan besar karena minimnya pengetahuan agama para pelajar. Kurangnya pemahaman mereka tentang arti dosa dan pahala, surga dan neraka menjadikan sesuatu yang sangat berdosa itu hal yang biasa, setidaknya penyimpangan nilai yang tidak terlalu jauh. Para pelajar yakin hal itu perilaku amoral. Tapi, karena dianggap tidak berdosa lebih jauhnya tidak apa-apa, maka mereka mempraktekan hal itu walau tahu itu penyimpangan.
Nah, disinilah harus diyakini bahwa pengetahuan agama sangat penting bagi perkembangan karakteristik siswa. Pendidikan agama lebih mementingkan praktek dari pada teori, dan lebih mementingkan budi pekerti.
Oleh karena itu, seyogyanya seorang pendidik atau pengajar bisa menerapkan muatan agamis yang syarat dengan budi pekerti terhadap para siswa. Siapapun gurunya dan apa pun yang diajarkannya. Jangan berpikir karena kita guru Biologi, Fisika, Matematika atau apa pun, sehingga masalah moral tidak lagi diprioritaskan.
Mendidik bukan hanya mengajar
Bagi sorang pengajar, menjadikan siswanya pintar itu sudah dikatakan sukses. Tapi tidak bagi sorang pendidik. Guru disamping pengajar juga harus bisa mendidik, agar tidak hanya memperhatikan masalah IQ (intlejensi) siswa, tapi lebih memperhatikan masalah moralnya. Karena itulah kesuksesan seorang guru.
“Buat apa banyak orang pintar kalau tidak bermoral” Itu, asumsi masyarakat. Betapa mereka menuntut dan mengharapkan para anak-anaknya disamping menjadi orang pintar juga berbudi pekerti baik. Dan semua ini adalah tugas seorang pendidik. Maka dari itu, seorang pengajar harus bisa mendidik dengan sebaik-baiknya, agar melahirkan pelajar yang brintelejensi tinggi dan budi pekertinya baik.
Tidak harus guru agama yang menanamkan nilai-nilai agama atau budi pekerti yang baik. Tapi, sudah menjadi kewajiban moral bagi para guru untuk menanamkannya bahkan bertanggung jawab atasnya. Guru bukan hanya pengajar tapi juga pendidik.
Kepada orang tua khususnya ibu-ibu agar terus mengawasi anaknya karena ada sebagian anak yang terjerumus melakukan tingkah laku negatif. Saat ini banyak pemuda dan anak cenderung melakukan tindakan negatif akibat perkembangan teknologi yang maju.
Inilah award buat sobat yang bersedia menulis dan mendukung gerakan seo positif ini
:

Artikel ini dibuat dalam usaha untuk membersihkan kiwot "smp" yang masalahnya telah diposting di ”SMP”
yaitu membersihkan keyword "smp" di search engine google.co.id yang ternyata masih berisi hal-hal yang tidak senonoh.
Postingan ini dibuat untuk mendukung manajemenemosi.blogspot.com dan www. attayaya.net dalam menaikkan khusus untuk keyword/kiwot "SMP" yang berarti positif di mesin pencari gugel. Karena kiwot smp ini sungguh sangat menyedihkan. karena hasil pencarian gugel, ternyata banyak mengetengahkan masalah yang tidak senonoh.
Sanggupkah blog ini melawan web/blog lain yang telah duluan memiliki kiwot SMP dengan isi yang tidak senonoh?
Jika ingin menghilangkan kiwot smp yang tidak senonoh dari halaman awal gugel, silahkan membuat postingan seperti ini. Kopas pun tidak apa.
Demi menyehatkan internet ........
Walau pekerjaan ini berat (terdapat sekitar 18.100.000 keyword "smp" yang sangat pendek), akan tetap terus diusahakan. Dengan bantuan teman-teman semua, pekerjaan ini akan menjadi ringan.
ya mari kita bersihkan Keyword Anak SMP, SMP agar menjadi lebih baaik
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-Rabii’)
Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. (HR. Ath-Thabrani)
Jauhilah kezaliman, sesungguhnya kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah kekikiran, sesungguhnya kekikiran telah membinasakan (umat-umat) sebelum kamu, mereka saling membunuh dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan. (HR. Bukhari)
Barangsiapa berjalan bersama seorang yang zalim untuk membantunya dan dia mengetahui bahwa orang itu zalim maka dia telah ke luar dari agama Islam. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
Bila orang-orang melihat seorang yang zalim tapi mereka tidak mencegahnya dikhawatirkan Allah akan menimpakan hukuman terhadap mereka semua. (HR. Abu Dawud)












70 komentar:
mari,,,,,,,!! laksanakn,,!! Gerakan SEO positif !!
Ayo dukung gerakan SEO positif ini...!
Semoga gerakan yg dilakukan para blogger/narablog ini membuahkan hasil dan memberikan manfaat. Amin
Post yang panjang kawan.
Mari kita dukung seo positif dan aman
Waaah terima kasih banget mas atas dukungannya...salam hangat dari MANAJEMEN EMOSI..setiap kebaikan pasti berbuah kebaikan yang lain...
MAri kita melakukan kebaikan ini secara beramai-ramai saling mendukung satu sama lain semoga bernilai ibadah
hajarr terussssss..:)
sungguh bejat, kayaknya kebanyakan mengkonsumsi media2 yg ga bner... semoga ga tabah parah dh, diperbanyak postingan kyk gini... :D
saya rasa semuanya itu pengaruh dari media yang buruk
salam sahabat
kok jadi gitu yach....semoga ga semakin bejat aja..good luck
alhamdulillah
terima kasih banyak atas dukungan dan partisipasinya
walaupun keyword ini berat untuk melawan blog2 tak senonoh, akan terus diusahakan.
semoga kita mendapat berkah dan rahmat serta lindungan Allah SWT
iyah bener tuh bang, kekna tiap kali kita mencari sesuatu informasi ttg SMP semisal hasil ujian atau testing, yg kluar halaman 1 ato 2 di google kbanyakan isinya ga nyambung, malah ke hal yg 'bgituan'
kiwot SMP Service Maintenance Perawatan, blum pernah nyoba tuhhh....!!ntar di cekk dehhh
Sungguh prihatin memang yah Pak Harto jika pada sisi anak SMP ini yang menonjol sisi buruknya saja, Aanak SD dan SMP saja skarng sudah banyak yang mulai belajar merokok, saya heran apakah Ortu nya tidak tahu yahh...??
pendidikan agama sangat penting sekali sebagai pondasi pada diri anak2 kita marilah kita tanamkan sejak dini.
peran Ortu sangat di butuhkan sekali dalam perkembanagan kedewasaan anak anak.
Keknya bukan Anak SMP saja nih yang harus di bersihkan, anak SMA dengan segala variasi katanya jg harus dibersihkan neh...
Mari kita bersihkan Sampah SEO Kotor di Page 1....
sambutannya luar biasa..
insya allah saya ikut berpartisipasi mas, dengan membuat blog khusus di http://smp.alkatro.com .. bagi sobat blogger maupun yang bukan blogger dan ingin berpartisipasi, bisa ikut menuliskan posting dengan tema tersebut.. karena saya sediakan menu semi auto post yang diintegrasikan ke dalam cms blogspot (baru selesai dibuat) terus kesini .. :)
Satu faktor tambahan, mungkin ekposure media ya, sekarang ini kasus2 di daerah terpencil pun tercover, dan diekspose kadang-kadang agak berlebihan oleh media. hal ini mengundang dua potensi efek : efek jera dan efek meniru, nah, efek kedua nih yang bahaya, betul ?
hiiii, ngeri ya nglihat anak smp jaman sekarang... hiks...
Moga setelah Anak Smp , anak Sma nya menyusul dibersihkan...
betul kang...
jika anak tak di bentengi dgn ilmu agama maka semakin terjerumuslah dia ke hal yg tidak berguna... peran serta orang tua dlm mendidik juga sngt penting.anak setidaknya akan mendengarkan semua nasihat yg diberikan.sehingga ia pnya pegangan dlm melangkah kedepan....
kayaknya sebentar lagi muncul kiwot anak SD, mungkin juga ada lagi kiwot wong kiwut kiwut(orang yang sudah tua).
yang jelas pakde mendukung untuk membersihkan kiwot anak SMP,
SERBUUUUUUUUUUUU
saya mendukung gerakan ini...
berikan citra positif karena SMP merupakan jenjang pendidikan
sesuai pengaLaman masa LaLu, memang masa2 tsb adLh masa pencarian jadi diri yg ingin seLaLu eksis dgn Lingkungan disekitar. sehingga terkadang ada beberapa Langkah yg diLakukan tetapi kurang mencermati persepsi moraLitasnya.
semakin kesini perkembangan dunia teknoLogi semakin berkembang, tidak jarang banyak anak2 di usianya yg justru terjerumus akan pemanfaatan perangkat teknoLogi tsb kpd haL2 yg justru menurunkan niLai2 moraLitasnya sebagai seorang peLajar.
sehingga kita sebagai org yg Lebih dewasa hendaknya menjaga dgn baik generasi penerus Bangsa ini agar bisa Lbh baik Lg generasi2 sebeLumnya, trims Pak atas pencerahannya.
ck ck ck
dunia SMP ternyata kayak gini yah hedeuuu ._.
[ gaya lu mbem, baru lulus SMP juga kan lu? ]
akan bermuncuan
ariel-ariel dan luna-luna yang bru ni....
hehehehe....
baru aja sekolah menegah pertama apalagi kalo udah menengah ke atas.. wah...tambah brabe nh.... gawat.., kalo tak cepet di steriel kan....
Aku dukung gerakan SEO positif ini 100%.. Semoga sukses :)
Manggut manggut...menunggu perintah komandan :D
Ayo dukung gerakan SEO positif ini,saya dukung pak
Siank Pak.. ass. maaf nie aku telat hhe...
Wah ikut membersihkan Kiwot SMP juga ya Pak... aku blum sempet diposting he....
kayanya sih Faktor Lingkungan emank berpengaruh tuh Pak....
saya dukung kawan untuk membersihkan nya
Zaman yang kelewat canggih atau para umatnya yg kelewat canggih sehingga sulit untuk membedakan mana yg benar dan mana yg salah...mana yg baik dan mana yg buruk
di tempat saya setiap malem anak-anak tingkat SMP kalo jam teraweh pada tawuran antar mesjid pak, memperihatinkan. butuh penanganan super serius.
mantep lah haha, aku juga baru bikin sob :D
begitulah seharusnya pak, para blogger yg ada di jalan lurus harus berjuang untuk hal semacam ini.
lanjutkan!
ikut mendukung, namun usaha ini harus berterusan untuk melawan keyword tersebut.
salam sukses sobat
Ayo kita dukung seo positif dan aman, berikan citra positif.. :D
anak di kampung2 saja sudah bisa cepet banget dalam menirukan gelagat artis sinetron he he.. sayangnya menkom info kurang tanggap dengan situasi seperti ini
Go Clean SEO ! citra Smp dan SMa sebagai sebuah level pendidikan di indonesia sudah tercoreng oleh oknum yg memanfaatkan Tag tsb utk tujuan yg tdk baik
semoga sukses sahabat untuk perjuangan mengambalikan citra baik anak smp...
salam kenal dan sekalian izin follownya.
Artikel mantap. Lanjutkan kawan.
koleksi foto anak smp berjilbab dan koleksi video anak SMP berjilbab posting khusus bersih2 untuk anak SMP dengan longtail jilbab anak SMP
Semoga anak SMP semakin tidak tersesat di belantara dunia maya
ayooooooo
bersihkan SMP dari keyword amoral
SMP adalah masa peralihan dan pencarian jati diri disinilah titik awal yang bisa menentukan masa depan sebelum jenjang selanjutnya, oleh sebab itu memberi pengajaran moral' etika dan pelajaran di masa² ini adalah sangat penting adanya
Sukses Slalu!
mantab anak smp sukses selalu
terima kasih banget mas hartohadi atas postingannya. semakin banyak blogger yang mendukung gerakan seo positif ini semakin bagus pula pressernya terhadap seo negatif yang selama ini diaplikasikan oleh para netter utk kepentingan tertentu. salam peduli anak bangsa.
Mantap deh, makin banyak yang dukung.
Lanjutkaaann !!
wah hajar terus....
keyword="Anak SMP"
nais,, eh tuh gambarnya kaykanya Anak SMP lagi berdua an yah..hehe
lama tak berkunjung om.. saya juga mendukung gerakan SEO positif ini..
kalau bukan kita, sapa lg yg akan menghilangkan keyword negatif ini
salam kenal.. mari kita dukung gerakan ini.. supaya yg berbau lendir hilang dari hasil pencarian di google
gerakan yang positif semoga hasilnya positif juga :)
Ayo selamatkan keyword SMP
yup betul mas banyak faktornya..anak SMP tuh lagi rawan2nya soalnya baru masuk masa pubertas jadi kalau g ada kontrol bisa bahaya tuh huaaa
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H, mohon maaf lahir dan batin.
kali pertama comment setelah sekian minggu nggak BW an,,,
pa kabarnya nie,,,,?
post bagus gan :)
BASIIIIIIII!!!!!!
Terima kasih untuk tipsnya, saya mau coba semoga juga.
Saya cari dibeberapa website dan dapat tipsnya di website ini, terima kasih, mau dicoba oleh saya.
pendidikan agama sangat penting sekali sebagai pondasi pada diri anak2 kita marilah kita tanamkan sejak dini.
peran Ortu sangat di butuhkan sekali dalam perkembanagan kedewasaan anak anak, salam kenal pak harto senang mengunjungi blog anda :)
nice info sob.. muantap nih.. its goood..
PECINTA DOWNLOAD (PD)
Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!
hih ngeri jga ne,,,,,,,,
hiks......... jman memang dah rsak,,,,
tnda2 mw kiamat ne pling..... hiks......
Kami sangat tertarik dengan website anda,
saya akan kunjungi beberapa waktu lagi
untuk melihat info baru dari anda.
dan jika ada posting terbaru bisa infokan ke emailku
agro_buah@yahoo.com. Terima kasih.
salam kenal semuanya dari www.agrobuah.com
minta izinnya Nitip info ya,
------------------------------------------------
buah pepaya banyak disukai dari bayi hingga manula.
murah, mudah, bergizi, antioksidan, lancar BAB
zaman edan...
regards,
Business and Marketing
Saya mendukung gerakan SEO positif ini, eh iya saya ijin menggunakan gambarnya nih untuk artikel saya.
ya anak smp jaman sekarang dengan waktu dulu sangat berbeda, waktu dulu saya cuma berani surat2an dengan orang yang saya suka, tapi sekarang anak smp sudah berani pegang2an dengan lain jenis layaknya anak dewasa, akhlak dan moral harus ditingkatkan dalam pendidikan.
nice post ^_^
Kunjungi juga blog saya :
wowmantep.blogspot.com
let's go..
Pengawasan ortu perlu di perketat lagi....
Poskan Komentar