Jerat-jerat Utang


Dunia bagi seorang mukmin adalah arena ujian. Adakalanya ia sukses mengarungi hidup. Sabar atas segala cobaan yang silih berganti menghantam bagaikan badai. Tapi, tak tertutup kemungkinan bisa gagal dan jatuh menyakitkan.
Ada banyak cobaan hidup. Di antaranya berkisar masalah uang. Salah satu masalah yang kerap dijumpai berkenaan dengan uang adalah utang. Karena, kian hari utang menjadi sesuatu hal yang hampir tak bisa lagi terhindarkan.
Hidup di dunia moderen nyaris berhimpit dengan utang. Bahkan, untuk sebagian orang, utang menjadi gaya hidup. Orang bisa dikatakan maju jika mampu berutang. Semakin banyak utang, semakin tinggi status sosialnya. Orang kian dimanja dengan utang. Sekaligus ditipu dan dijatuhkan dengan utang. Na’uzdubillah min dzalik!
Seorang mukmin adalah manusia yang tidak tertutup kemungkinan tergiring dalam pola hidup seperti itu. Bisa banyak sebab yang menjadikan utang begitu dekat. Bahkan, menjadi incaran. Mungkin, masalah kemampuan ekonomi sehingga utang menjadi pilihan terakhir.
Masalahnya, mampukah seorang mukmin mengendalikan utang dalam kematangan dirinya. Utang beredar dalam batasan sarana yang hanya sebagai salah satu pilihan. Bukan sebagai tujuan. Jika utang menjadi tujuan, ia akan mengendalikan diri seseorang sehingga terpuruk dalam jurang kehancuran.
Betapa utang punya nilai bahaya yang lebih dahsyat daripada sebuah senjata yang mematikan. Bisa lebih ganas dari hewan buas mana pun.
Di antara bahaya yang mengiringi belitan utang pada seseorang adalah:
1. Membuat diri menjadi hina.
Harga diri seorang mukmin begitu tinggi. Tak seorang pun yang mampu merendahkannya. Karena, mukmin punya keterikatan dengan Dzat Yang Maha Tinggi dan Agung. Dan, seorang mukmin yang meninggal dunia demi mempertahankan kemuliaan itu, ganjarannya adalah surga.
Namun, kemuliaan itu kadang memudar manakala ada cacat dalam diri seorang mukmin. Di antara cacat itu adalah ketidakberdayaan membayar utang. Saat itu juga, terselip dalam diri seorang mukmin itu perasaan rendah. Bahkan, hina. Bayang-bayang ketidakmampuan itu menjadikan dirinya tak lagi berdaya di hadapan orang lain. Terutama, orang yang memberi utang. Ia tak lagi mampu menangkis marah, celaan, bahkan gugatan hukum sekali pun.
2. Mudah berdusta
Dusta adalah sesuatu yang tak mungkin dilakukan seorang mukmin. Rasulullah saw mengatakan seorang mukmin mungkin saja bermaksiat. Tapi, ia tak mungkin berdusta.
Lain halnya ketika utang sudah mengepung. Mau bayar tak ada uang. Mau menghindar terlanjur janji. Akhirnya, ada satu pilihan aman.
Dan pilihan itu adalah berdusta. “Besok, ya!” Atau, “Oh iya. Saya lupa!” Itulah ungkapan-ungkapan yang kerap keluar tanpa lagi terkendali. Suatu saat, ucapan bohong itu menjadi biasa. Dan, orang-orang pun memberikan cap pada kita bukan hanya sebagai pengutang. Melainkan, juga sebagai pembohong. Nau’dzubillah!
Pernah para sahabat bertanya kenapa Rasulullah begitu banyak berdoa agar terhindar dari utang. Beliau saw bersabda, “Sesungguhnya jika seseorang terlilit utang ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” (Mutafaq ‘alaih)
3. Memutuskan hubungan silaturahim.
Seorang mukmin dengan mukmin lainnya memang seperti satu tubuh. Satu anggota tubuh sakit, yang lain pun ikut sakit. Tapi, ada satu hal yang membuat tubuh itu menjadi cerai berai. Tak ada satu hal yang paling rawan mampu menceraiberaikan keutuhan tubuh itu kecuali masalah uang. Dan di antara masalah uang itu adalah utang.
Tiba-tiba, seorang saudara menjadi asing dengan saudara lainnya disebabkan karena utang. Muncullah sesuatu yang sebelumnya tak mungkin ada. Ada rasa benci, marah, bahkan permusuhan. Terbanglah perasaan simpati, cinta, dan rindu layaknya seorang mukmin dengan saudara seakidahnya. Persaudaraan yang begitu sulit dan lama terbina, bisa terhapus hanya dengan satu masalah: utang.
4. Terjebak tindak kriminal.
Pada tingkat tertentu, utang mampu menjerumuskan seorang mukmin pada tindakan yang sama sekali di luar perkiraannya. Sama sekali tak pernah tersirat kalau ia akan tega melakukan tindakan yang lebih buruk. Mungkin, di sinilah setan menuai sukses atas langkah-langkahnya.
Orang yang sudah dikendalikan utang tidak lagi merasa ragu melakukan tindak kriminal. Di antaranya, penipuan dan pencurian. Bayang-bayang hitam tentang utangnya menjadikan pandangan nuraninya menjadi keruh. Bahkan, gelap sama sekali. Tak ada satu tindakan yang lebih mendominasi dirinya kecuali bayar utang, dengan cara apa pun. Atau, tindakan yang tidak kalah parah: lari dari utang dengan cara apa pun.
Pada tingkatan ini, seorang mukmin mengalami kemerosotan kualitas diri yang luar biasa. Kejujurannya hilang, kemuliaannya sebagai mukmin menguap entah kemana, cahaya imannya pun kian redup. Dan, kenikmatan hidup tak lagi terasa. Bumi Allah yang begitu luas terasa sempit dan menyesakkan.
5. Meninggalkan beban kepada ahli waris.
Alangkah berat duka anggota keluarga yang ditinggal pergi ayah atau ibu selamanya. Mereka begitu kehilangan seorang yang amat dicintai. Bahkan, seseorang yang menjadi andalan ekonomi keluarga.
Penderitaan pun kian berat manakala mereka tahu kalau almarhum mewariskan utang. Bagi mereka, tidak ada tawar menawar, kecuali membayar utang. Masalahnya, mampukah mereka membayar? Atau, utang menjadi warisan turunan.
6. Tertunda masuk surga
Ternyata, bahaya utang tidak melulu dalam wilayah dunia. Di akhirat pun, para pengutang akan mendapat cela yang tidak mengenakkan. Rasulullah saw pernah menasihati para sahabat soal ini. Beliau bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi, kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi sedangkan ada tanggungan utang padanya maka ia tidak akan masuk surga sampai melunasi utangnya.” (Nasai, Ath-Thabrani, Al-Hakim)
Demikian, semoga kita terbebas dan terlepas dari lilitan utang.
Sumber : Buletin Mimbar Jum’at, No. 16
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.” [QS At-Taghabun: 15]
“sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” [QS Alam Nasyrah ayat 6]
“Sesungguhnya jika seseorang terlilit hutang ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari“. (HR. Muttafal alaih).
“Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah menjadikan kamu kholifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah godaan kaum wanita”. (HR. Ahmad)
“Demi Allah, bukanlah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dilapangkannya dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang-orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinasakan”. (HR. Ahmad)
Ada banyak cobaan hidup. Di antaranya berkisar masalah uang. Salah satu masalah yang kerap dijumpai berkenaan dengan uang adalah utang. Karena, kian hari utang menjadi sesuatu hal yang hampir tak bisa lagi terhindarkan.
Hidup di dunia moderen nyaris berhimpit dengan utang. Bahkan, untuk sebagian orang, utang menjadi gaya hidup. Orang bisa dikatakan maju jika mampu berutang. Semakin banyak utang, semakin tinggi status sosialnya. Orang kian dimanja dengan utang. Sekaligus ditipu dan dijatuhkan dengan utang. Na’uzdubillah min dzalik!
Seorang mukmin adalah manusia yang tidak tertutup kemungkinan tergiring dalam pola hidup seperti itu. Bisa banyak sebab yang menjadikan utang begitu dekat. Bahkan, menjadi incaran. Mungkin, masalah kemampuan ekonomi sehingga utang menjadi pilihan terakhir.
Masalahnya, mampukah seorang mukmin mengendalikan utang dalam kematangan dirinya. Utang beredar dalam batasan sarana yang hanya sebagai salah satu pilihan. Bukan sebagai tujuan. Jika utang menjadi tujuan, ia akan mengendalikan diri seseorang sehingga terpuruk dalam jurang kehancuran.
Betapa utang punya nilai bahaya yang lebih dahsyat daripada sebuah senjata yang mematikan. Bisa lebih ganas dari hewan buas mana pun.
Di antara bahaya yang mengiringi belitan utang pada seseorang adalah:
1. Membuat diri menjadi hina.
Harga diri seorang mukmin begitu tinggi. Tak seorang pun yang mampu merendahkannya. Karena, mukmin punya keterikatan dengan Dzat Yang Maha Tinggi dan Agung. Dan, seorang mukmin yang meninggal dunia demi mempertahankan kemuliaan itu, ganjarannya adalah surga.
Namun, kemuliaan itu kadang memudar manakala ada cacat dalam diri seorang mukmin. Di antara cacat itu adalah ketidakberdayaan membayar utang. Saat itu juga, terselip dalam diri seorang mukmin itu perasaan rendah. Bahkan, hina. Bayang-bayang ketidakmampuan itu menjadikan dirinya tak lagi berdaya di hadapan orang lain. Terutama, orang yang memberi utang. Ia tak lagi mampu menangkis marah, celaan, bahkan gugatan hukum sekali pun.
2. Mudah berdusta
Dusta adalah sesuatu yang tak mungkin dilakukan seorang mukmin. Rasulullah saw mengatakan seorang mukmin mungkin saja bermaksiat. Tapi, ia tak mungkin berdusta.
Lain halnya ketika utang sudah mengepung. Mau bayar tak ada uang. Mau menghindar terlanjur janji. Akhirnya, ada satu pilihan aman.
Dan pilihan itu adalah berdusta. “Besok, ya!” Atau, “Oh iya. Saya lupa!” Itulah ungkapan-ungkapan yang kerap keluar tanpa lagi terkendali. Suatu saat, ucapan bohong itu menjadi biasa. Dan, orang-orang pun memberikan cap pada kita bukan hanya sebagai pengutang. Melainkan, juga sebagai pembohong. Nau’dzubillah!
Pernah para sahabat bertanya kenapa Rasulullah begitu banyak berdoa agar terhindar dari utang. Beliau saw bersabda, “Sesungguhnya jika seseorang terlilit utang ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” (Mutafaq ‘alaih)
3. Memutuskan hubungan silaturahim.
Seorang mukmin dengan mukmin lainnya memang seperti satu tubuh. Satu anggota tubuh sakit, yang lain pun ikut sakit. Tapi, ada satu hal yang membuat tubuh itu menjadi cerai berai. Tak ada satu hal yang paling rawan mampu menceraiberaikan keutuhan tubuh itu kecuali masalah uang. Dan di antara masalah uang itu adalah utang.
Tiba-tiba, seorang saudara menjadi asing dengan saudara lainnya disebabkan karena utang. Muncullah sesuatu yang sebelumnya tak mungkin ada. Ada rasa benci, marah, bahkan permusuhan. Terbanglah perasaan simpati, cinta, dan rindu layaknya seorang mukmin dengan saudara seakidahnya. Persaudaraan yang begitu sulit dan lama terbina, bisa terhapus hanya dengan satu masalah: utang.
4. Terjebak tindak kriminal.
Pada tingkat tertentu, utang mampu menjerumuskan seorang mukmin pada tindakan yang sama sekali di luar perkiraannya. Sama sekali tak pernah tersirat kalau ia akan tega melakukan tindakan yang lebih buruk. Mungkin, di sinilah setan menuai sukses atas langkah-langkahnya.
Orang yang sudah dikendalikan utang tidak lagi merasa ragu melakukan tindak kriminal. Di antaranya, penipuan dan pencurian. Bayang-bayang hitam tentang utangnya menjadikan pandangan nuraninya menjadi keruh. Bahkan, gelap sama sekali. Tak ada satu tindakan yang lebih mendominasi dirinya kecuali bayar utang, dengan cara apa pun. Atau, tindakan yang tidak kalah parah: lari dari utang dengan cara apa pun.
Pada tingkatan ini, seorang mukmin mengalami kemerosotan kualitas diri yang luar biasa. Kejujurannya hilang, kemuliaannya sebagai mukmin menguap entah kemana, cahaya imannya pun kian redup. Dan, kenikmatan hidup tak lagi terasa. Bumi Allah yang begitu luas terasa sempit dan menyesakkan.
5. Meninggalkan beban kepada ahli waris.
Alangkah berat duka anggota keluarga yang ditinggal pergi ayah atau ibu selamanya. Mereka begitu kehilangan seorang yang amat dicintai. Bahkan, seseorang yang menjadi andalan ekonomi keluarga.
Penderitaan pun kian berat manakala mereka tahu kalau almarhum mewariskan utang. Bagi mereka, tidak ada tawar menawar, kecuali membayar utang. Masalahnya, mampukah mereka membayar? Atau, utang menjadi warisan turunan.
6. Tertunda masuk surga
Ternyata, bahaya utang tidak melulu dalam wilayah dunia. Di akhirat pun, para pengutang akan mendapat cela yang tidak mengenakkan. Rasulullah saw pernah menasihati para sahabat soal ini. Beliau bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi, kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi sedangkan ada tanggungan utang padanya maka ia tidak akan masuk surga sampai melunasi utangnya.” (Nasai, Ath-Thabrani, Al-Hakim)
Demikian, semoga kita terbebas dan terlepas dari lilitan utang.
Sumber : Buletin Mimbar Jum’at, No. 16
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.” [QS At-Taghabun: 15]
“sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” [QS Alam Nasyrah ayat 6]
“Sesungguhnya jika seseorang terlilit hutang ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari“. (HR. Muttafal alaih).
“Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah menjadikan kamu kholifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah godaan kaum wanita”. (HR. Ahmad)
“Demi Allah, bukanlah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dilapangkannya dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang-orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinasakan”. (HR. Ahmad)












26 komentar:
Ya Allah, bebaskanlah kami dari jeratan dan lilitan hutang
hutang biasanya dikarenakan pengaruh gaya hidup yang mudah terikut arus...dan juga kerena kemiskinan sehingga orang harus rela berhutang...
semoga kita dibebaskan dari lilitan hutang...
Saya setuju pak, banyak orang yg berhutang akhirnya harus berbohong untuk menutupi hutangnya dan akhirnya bertambah besar kebohongan yg ditimbulkan .... dan akhirnya silaturahim pun terputus jika hutang tersebut adalah antar Saudara atau tetangga........
Semoga Allah menghindarkan umatnya dari hutang......amin...
dan semoga sekalipun berhutang, tidak sampai berbohong dan memutuskan silaturahim...
terimakasih atas Inspirasi Siank'y pak....
Naudzubillah....... semoga Qta terbebas dari Lilitan utang dan semoga jalan Qta menuju Surga tidak tertunda karenanya..... Amien......
semoga kita dilindungi oleh Allah dari segala godaan syetan dan teman2nya ...
bagaimana dengan negara kita sob?utangnya banyak
mantaab... banyak sekali saudara kita yang terjebak dengan masalah hutang, bukan hanya karena kebutuhan tetapi juga gaya hidup.. nagudzubillaah..
semoga kita semua terhindar dari 6 hal diatas: amiinn,
salam sukses dan keep spirit :)
utang emang berat, kayanya cuma bisa membawa kesengsaraan dan bisa menjadikan orang kecanduan untuk terus mengutang ke orang lain. Terima kasih mas pencerahan dan peringatannya. Aku usahain mengingat point2 diatas yang mas tulis. Wassalam
pencerahan yang sangat mantab pak...
Ya Allah... lindungi lah kami dari jerat2 hutang dan kesusahan darinya
Ass.Wr.Wb. pak Hadi...Di zaman skrg ini terkadang kita terjebak dengan kegemerlapan dunia hedonism. Selain tips bapak diatas tentunya kita banyak2lah berdoa menghindari banyak hutang dan mampu membayar hutang dengan membaca do'a: Allahumma La syahla illa maa ja'altahu syahlan, wa anta tajhalul hazna iza syi'ta syahlan.
Tapi dinegara kita ini untuk hutang mudah banget lho.. Mau beli motor secara cash, malah ditawari untuk hutang aja.. Gimana masyarakatnya bisa terbebas dari hutang klo malah diberi keluasaan untuk berhutang gitu.. bener ga ??!!
Semoga saya dan keluarga dijauhkan dari hutang
saya sering menganggap hutang adalah cara untuk menjalin hubungan dengan tetangga.tapi akhirnya hutang saya menumpuk,dan akhirnya jual barang2 kesayangan.akhinya saya menderita syndrom hutang.hehehe
salam sobat
memang dalam kehidupan kita,,pasti ada hutang walaupun sedikit.
semoga kita semua tidak terjerat hutang yang sampai tidak mampu membayar hutang tersebut.
Pak harto silah ambil award persahabatan di blog ku, buat menjalin ukhuwah qt ... trims .. sukses slalu buat pak harto :)
Terima kasih pencerahannya, bang harto. saya akan berusaha sekuat mungkin tidak terjerumus dalam jerat cinta sang hutang. ehm, tapi bisa nggak ya???
wah memang susah iaa hidup tanpa utang apa lg di jaman sekarang..
pasti ada saja hutang walapun sedikit dalam bentuk materi, tp plg sering mungkin hutang janji...
hihihihi...!!
duh, moga hilanglah hutang orang2 yang punya hutang... :-)
Saya pun dulu pernah merasakan bagaimana beratnya menanggung hutang...Oleh karena itu alangkah mulianya orang yang bisa membebaskan saudaranya dari perangkap hutang dengan membantu melunasinya dan lebih mulia lagi bila membawanya keluar dari jerat kemiskinan....
kalau saya belom bisa meninggalkan yang namanya hutang ... terutama hutang uang di akhir bulan seperti ini ...
alhamdulillah gw termasuk orang yg gak punya utang lho bung...cuma cicilan mobil neh belum lunas...apa itu termasuk utang yo...
alhamdulilah, aku termasuk orang yang takut akan hutang, selama aku mampu yang kuinginkan bisa kupenuhi, selebihnya aku ngga berani, Orang tua-ku punya hutang ngga' ya, ah diingetin dulu ah hehe.. makasih share-nya Om :)
Hutang materi masih bisa dilunasi,yg repot lok hutang amal ibadah.
semoga kita terhindar dari hutang.
Semoga jalan saya bermanfaat. Insya Allah tanpa transfer. Saya Jamin !
Sebelumnya perkenalkan nama saya Hadi prasetyo, saya tinggal di Temanggung, saya bekerja di salah satu perusahaan Telekomunikasi di div. Promotion staff.
jika diperkenankan, saya dapat membantu menyelesaikan permasalahan anda dengan cara memperkenalkan / mempertemukan dengan orang yang telah nyata membantu menyelesaikan permasalahan saya terkait hutang piutang. Sedikit share, kurang lebih 2 (dua) tahun yang lalu saya pernah mengalami permasalahan terkait hutang-piutang yang menurut saya, hmm.. luar biasa besar. Jika digenapkan mencapai Rp.400.000.000. Dan Alhamdulillah benar-benar terselesaikan.
Hmmmm.. mungkin anda akan berfikir saya berniat buruk, seperti tingkah kotor para oknum. Namun jangan kuatir. setelah saya paparkan detailnya, saya rasa anda akan berfikir sebaliknya. karna sepengalaman saya, beliau TIDAK akan melakukan :
* Transfer
( Tidak akan pernah ada kejadian terkait transfer / kirim sejumlah uang dengan jumlah tertentu, dan dengan dalih apapun. Saya berani jamin hal
tersebut tidak akan pernah terjadi ).
* Tidak akan menggunakan Tukar / Tumbal. karna ini adalah jalur putih.
Anda hanya akan dikenai biaya setelah permasalahan / hajad bapak terkabul. adapun biaya tersebut bukan bapak serahkan ke beliau. Namun ke masjid /
mushola di sekitar rumah bapak. ( jika menggunakan jalur Ghaib )
Adapun caranya :
1 .( berdasarkan pengalaman saya ), Beliau “meminjamkan” dana tersebut dari Bank ( Bukan Bank Ghaib. karna hanya kita (manusia) yang memiliki
mata uang, bukan? ) Namun dari Bank di kota anda. karna itulah ketika anda datang, anda akan diminta untuk membawa air yang ASLI dari rumah bapak.
selanjutnya akan saya lampirkan juga cuplikan video sebagai bukti ketika saya diserahi dana Rp.400.000.000 tersebut. ( kebetulan pada saat itu saya bersamaan dengan
Mbah aris dari surabaya yang juga sedang terbelit hutang. walaupun tidak sebesar saya. karna itulah dana yang terlihat di video (3.gp) ada suara yang
mengatakan ” 100 cukup mbah ? ”
Adapun cuplikan video berformat MP4 itu adalah ketika beliau berhasil menarikan dana judi dari beberapa gudang judi.
2. Secara Rasional ( Jalan nyata ).
Namun mohon maaf, dikarenakan jalan rasional ini adalah jalan / opsi yang terakhir, kemungkinan saya lebih prefer menerangkan ketika kita bertemu secara langsung saja. Setelah saya yakin bahwa anda benar-benar membutuhkan.
Jika anda benar serius, saya bersedia membantu mempertemukan bapak dengan orang amanah tersebut. Namun tolong saya dikirinkan data berupa KTP ASLI
dan Kartu keluarga ASLI. untuk saya daftarkan ke beliau.
Oiya selanjutnya ada beberapa Pic ( foto ) pusaka maupun samurai yang juga akan saya lampirkan. yang barangkali bisa anda pergunakan untuk di “broker” kan untuk dihibahkan. Dan dana dari hasil penjualan pusaka itu bisa bapak pergunakan untuk meringankan masalah anda.
Tentang jatah untuk saya ? haha.. tenang saja. Setelah anda hasil saja.
Jangan berfikir saya menjamin ya pak ?
karna hanya DIA Sang Maha yang Maha Menjamin. Walaupun sebelumnya jarang sekali ada yang gagal, Namun kita sebagai manusia hanya wajib untuk berikhtiar sampai nafas terhenti, bukan?
Baiklah, smoga berguna. dan Tetap semangat ! karna Allah Slalu Menatap kita !!
Good Luck !
Wassalamualaikum wr.wb
NB : Foto dan Video akan saya kirimkan via email saya selanjutnya.
Blog saya :
http://bebashutangalasihadi.blogspot.com/
Alamat email saya :
- hadiprasetyo70@yahoo.co.uk
akun facebook saya agar kita bisa silaturahmi lebih jelas :
- hadiprasetyofadhilla@yahoo.co.uk
- ( dan istri ) debbyfadhilla@yahoo.co.uk
Poskan Komentar