Selasa, 19 Januari 2010

Nikmat Dunia hanya sebentar



Seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar, ketika dia tengah berjalan, tiba -tiba terdengarlah bunyi auman suara harimau... Auuuummmm... .!!!!! Seekor harimau yang sedang lapar dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya dan tiba-tiba sudah berada dihadapan pemuda . Pemuda tadi karena takut, diapun berlari semampu dia bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya tidak begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya, harimau itupun mengejar pemuda tadi. Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau,...rupanya doanya dikabulkan, dalam pelariannya dia melihat sebuah sumur tua,..terlintas dibenaknya untuk masuk kedalam sumur itu,..karena harimau pasti tidak akan mengejarnya ikut masuk kesumur tersebut.

Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya ada tali menjulur ke bawah, jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja bisa membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut. Tapi ternyata tali itu pendek dan takkan sanggup membantu dia sampai kedasar sumur, hingga akhirnya dia bergelayut ditengah-tengah sumur, ketika tengah bergelayut dia menengadahkan mukanya keatas ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir sumur, dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kecipak air,..setelah diamati ternyata ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya,.

Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau, dibawah buaya siap menerkamku, ketika dia tengah berpikir caranya keluar, tiba-tiba dari pinggir sumur yang ada lobangnya keluarlah seekor tikus putih ..ciiit...ciiit. .. .ciit...yang naik meniti tali pemuda tadi dan mulai menggerogoti tali pemuda tadi,..belum hilang keterkejutannya dari lobang satunya lagi muncul seekor tikus hitam yang melakukan hal sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda tuk bergelantungan.

Waduh ...jika tali ini putus, ..habislah riwayatku dimakan buaya..!!! cemas dia berpikir,... jika aku naik keatas ..sudah pasti harimau menerkamku,. .jika menunggu disini...lama- lama tali ini akan putus dan buaya dibawah siap menyongsongku. .. saat itulah dia mendengar dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa kesarang mereka,..dia mendongakkan wajahnya keatas..dan tiba-tiba jatuhlah setetes madu dari lebah itu langsung tertelan ke mulut pemuda tadi. Spontan pemuda tadi berkata...Subhanallah . Alangkah manisnya madu ini,..baru sekali ini aku merasakan madu semanis dan selezat ini...!!!
Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau tadi.

Tahukah sahabat, inti dari cerita diatas...???

Pemuda tadi adalah kita semua,

Harimau yang mengejar adalah maut kita, ajal memang selalu mengejar kita. Jadi ingatlah akan mati.

Dua ekor buaya adalah malaikat munkar dan nakir yang menunggu kita di alam kubur kita nantinya .

Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur kita,..jika talinya panjang maka pendeklah umur kita, jika talinya pendek maka panjanglah umur kita.

Tikus putih dan tikus hitam adalah dunia kita siang dan juga malam yang senantiasa mengikis umur kita. Diibaratkan di cerita tadi tikus yang menggerogoti tali pemuda

Madu setetes adalah nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setetes tadi masuk kemulut pemuda,...sampai dia lupa akan ancaman harimau dan buaya,..begitulah kita.

Ketika kita menerima nikmat sedikit, kita lupa kepada Allah. Ketika susah baru ingat kepada Allah.. Astaghfirullah...

Allah Subhanahu wa Ta’ala di banyak ayat Al-Qur’an telah menegaskan, demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di sekian haditsnya, bahwa nikmat dan kesenangan duniawi merupakan ujian bagi hamba sebagaimana kesengsaraan hidup juga dijadikan cobaan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS Al-Anbiya’: 35)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata menafsirkan ayat ini: “(Kami uji kalian) dengan kesusahan dan kesenangan, dengan sehat dan sakit, dengan kekayaan dan kefakiran, serta dengan yang halal dan yang haram. Semuanya adalah ujian.”


"Walal aakhirotu khoirullaka minal uulaa....Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan....." (QS Adh-Dhuhaa (93) : 4)

45 komentar:

LanaBulu 19/01/10 16.56  

Kisah yg benar2 menginsafkan..
Namun akal yg diberikanNya sekiranya tidak digunakan..maka hanyutlah kita...

aan 19/01/10 17.17  

ternyata hidup di dunia cuma setetes madu,,kisah yang wajib di renungkan..
salam hangat dan slm kenal dari saya

rizal 19/01/10 17.43  

kemewahan dunia hanya sementara jangan sampai kita terlena dan terpana dengan manis madu dunia yang semenra, namun bukan berarti kita lantas melupakan bahwa sekarang ini kita hidup didunia.

bang makasih atas pembeelajaran yang sangat menyadarkan kita semua

NURA 19/01/10 19.40  

salam sobat
iya cuma sementara ,merasakan nikmat dunia,,
makanya kita semua memanfaatkan hidup di dunia yang cuma sebentar tersebut dengan baik.
trims renungannya mas Harto.

Ipin 19/01/10 19.40  

hiknmah dari cerita itu sungguh luar biasa Pak harto...
Hidup di dunia yang sebentar ini sudah di sadari oleh semua orang namun mengapa mereka tetap bernbuat kejahatan di muka bumi ni..??apakah mereka tidak tahu bahwa ada kehidupan setelah di dunia.
semoga hikmah ini dapat memberikan pelajaran buat saya pribadi khususnya

pakde sulas 19/01/10 20.44  

terimakasih atas pencerahannya, semoga kita tak terlena oleh kenikmatan dunia yang sesaat

maaf lama tak berkunjung, karena ada kesibukan lain

the Great Soul 19/01/10 21.07  

wah mas ternyata ceritanya memberikan motivasi yang tinggi mas ttg kita hidup dunia ini...
ternyata, nikmat yang kita rasakan di dunia semasa hidup ini hanyalah seberapa yang Allah berikan kepada kita..

alkatro 19/01/10 22.12  

wow.. kemasan yang sangat indah dan penuh makna.. terimakasih pencerahannya Mas..
Semoga kita tidak tersesat dalam kenikmatan yang sesaat.. Amin
Salam sukses selalu :)

lingkungan kita 19/01/10 22.42  

kenikmatan dunia memang menipu dan memperdaya kita..sehingga kita melupakan kenikmatan yg abadi diakhirat nanti.......

Shin-kun 20/01/10 03.05  

Boleh kita menikmati jatah duniawi kita, tapi kita tidak boleh lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal di akherat nanti. Postingan yang bagus Oom, seperti biasanya, selalu menginspirasi... Terimakasih Oom :)

wibowo 20/01/10 04.10  

kisah yang menarik, mengingatkan pada kesibukan beberapa minggu ini yang begitu gencarnya mencari setetes madu..
terima kasih atas ceritanya..

Edwin's Personal Blog 20/01/10 05.04  

Sangat bermanfaat berkunjung ke blog seperti blog anda ini, Pak Harto. Membantu mengingatkan saya akan segala kekurangan yang saya miliki.

soewoeng 20/01/10 05.16  

mengapa banyak yang masih bertahan dengan yang sebentar itu?

Clara 20/01/10 07.43  

kisah yang bisa memberikan pelajaran untuk kita semua

asep-bogor 20/01/10 07.58  

hidup didunia hanya sementara, perbanyaklah amal di dunia ini untuk bekal hidup di akherat. nice article...thanks sob atas infona. di cibogo mana kang? samemeh cisarua sanes?. Saya asli cigombong-lido.

Bakrie 20/01/10 11.04  

cerita yang bagus untuk pesan moral yang bagus... semoga kita semua bisa mengambil pelajaran.... amien...

Bang rachmat 20/01/10 21.17  

seperti biasa kang harto menyuguhkan kisah-kisah penyejuk jiwa dan pembangkit semangat serta memberikan cahaya pada jiwa-jiwa yang terlena agar bangkit dan kembali mengingat Rabb-nya.

@cicin 20/01/10 23.20  

Alhamdulillah, kisah di atas suatu pembelajaran buat kami. Terima kasih Pak Harto, kisah itu mengingatkan kami akan waktu kita di dunia.

Pohonku Sepi Sendiri 21/01/10 09.45  

dunia dan semua isinya memang hanyalah sebuah ujian bagi kita..
pencerahan yg indah mas.. makasih atas bahan renungannya.. :)

VEA 21/01/10 16.05  

nice info:)
thanks 4 share

the others... 21/01/10 16.17  

Terima kasih pencerahannya... memang nikmat dunia sering melenakan manusia. Maka siraman rohani sangat dibutuhkan.

ekosulistio 21/01/10 19.14  

ya bner mas... nikmat duni hanya sementara.., kadang kita takut dengan umur yg sudah tua, dan kaang kita juga takut dengan mati.., setiap hari kita hanya menikmati madu, dan lupa akan ketiga aspek yg akan dan sudah kita jalani.. makasih mas.

Pulsa Murah 21/01/10 19.15  

jangan terpengaruh dengan nikmat dunia...

phonank 21/01/10 21.18  

Andaikan Phonank berada pada posisi pemuda itu yang sedang terjepit,, sungguh mengerikan sekali... Gak kebayang deh seramnya,,

Untungnya hanya perumapamaan...

Seringkali kita selalu merasa kurang puas akan apa yang telah diberikan oleh Allah,,

sebenarnya itu adalah sebuah cobaan juga bagi kita, bagaimana kita bisa memanfaatkan yang ada dengan sebaiknya dan bersyukur atas apa yang telah kita terima.

Terima kasih atas pencerahannya mas Harto... ^_^

Lina 21/01/10 22.31  

analogi yang tepat sekali. kisah inspiratif dan seharusnya jadi bahan renungan. terima kasih sudah dishare di sini

KucingTengil 22/01/10 00.42  

wadoh... kalo mia di situasi gitu, walau ada madu sebnayak apapun ga bakal lupa ada buaya dan harimau yg mau makanin kita sempat2nya ngelupain krn madu hahahaha. pas ngebacanya aja dah seram hiiiiiiiiiiiiiii.... itu kalo disituasi yg sebenarnya sih.

Cuma manusia lupa akan maut, umur dan malaikat maut. Krn maut, umur dan malaikat maut tidak terlihat (bagaimana si pemuda bisa melihat si harimau, buaya dan tali yg begitu nyata) makanya manusia sering terlena dg kenikmatan dunia. coba aja mereka bisa melihat maut, umur atau malaikat maut, pasti banyak yg pada tobat hahahaha tapi perumpamaan atau analaogi ceritanya mang bagus n pas banget pak Harto. salut

DeWi PemiMpi 22/01/10 06.33  

pak Harto....selalu dan selalu dibikin spechless aku. bener kata mia baca perumpamaannya aj dah ngeri, pdhl emng kita berada diposisi itu. 2thumbs buat MR.harto...

NURA 22/01/10 07.39  

salam sobat
iya benar mas Harto
nikmat dunia hanya sebentar saja.
mari kita banyak beribadah dan beramal.
selagi masih ada kesempatan hidup di dunia.

lina@women's perspectives 22/01/10 09.34  

Bagus sekali untuk bahan renungan dan memperbaiki diri...

Lina Marliana 22/01/10 16.54  

aku sudah pernah mendengar kisah ini sebelumnya pak.. dan memang perumpamaannya mengena banget, seringkali kita lupa karena kenikmatan yg hanya setetes melalaikan kewajiban kita kepada-Nya.
Thanks atas pencerahannya..

Bang Dje 22/01/10 17.14  

Kehidupan dunia adalah penjara bagi orang yang beriman dan surga bagi orang kafir. Oleh karena itu mukminin tidak takut terhadap kematian karena akan menjadi pintu gerbang memasuki surga yang sejati.
Orang kafir sangat takut menghadapi kematian karena berarti akan berpisah dengan segala kenikmatan duniawi dan segera memasuki neraka dengan siksaannya yang pedih.

rumah blogger 22/01/10 18.49  

mari kita introfeksi diri, apa saja yg telah kita perbuat selama ini..

andy 22/01/10 18.49  

wah dapat pencerahan lagi aku disini mas, awalnya aku kurang begitu tau maksudnya. Cuma ngebayangin klo pemuda itu lagi ada dalam situasi yang terjepit dimana seluruh sisi berusaha menekannya, eh tapi pas sampai yang lebah aku jadi berpikir kok dia jadi lupa semuanya ya, hanya karena setetes. Pas aku liat penjelasan mas, ternyata masuk banget nih ama ceritanya. Emang kita manusia termasuk andy sendiri kadang lupa klo sudah diberi nikmat terutama yang bersifat nyata dan bisa kita rasakan, padahal selama kita hidup aja udah banyak nikmat yang tidak kita rasakan dan ga kita pedulikan yaitu, bernafas. Mudah2an artikel ini bisa lebih membantu mendekatkan kita dan lebih mengingat untuk memohon ampun pada-Nya. Thank ya mas Ass. wr.wb

sabirinnet 22/01/10 18.58  

sudah menjadi sifat manusia,apabila diberi Allah kesenangan maka ia akan lupa kepadanya, ada apabila ia diberi cobaan maka ia ingat kepadaNya.

yang lebih parah lagi, ketika mendapat kesusahan ia semakin jauh dari Allah...na'uzubillah

semoga kita semua termasuk orang-orang yang bersyukur, amin

Munir Ardi 23/01/10 23.49  

sebuahrenungan yang sangat menyentuh mas Harto semoga kita termasuk orang yang tidak kufur nikmat Amin

secangkir teh dan sekerat roti 24/01/10 03.57  

benar sekali pak, seandaianya kita bisa menyadari, bahwa pagi ini akan terjadi lagi esok hari...

tentu setiap detik yang terlewati akan berharga

Arfi 24/01/10 05.45  

analogi yang bagus banget mas harto.. salut deh buat mas harto yang selalu memberi pencerahan hidup buat para blogger.. 2 minggu gal BW,, jadi kengen dengan pencerahan.. OK,, jangan terlalu terpana dengan keindahan dunia yang fana ini..

Cara Cepat Download Video Youtube Dengan Idm 26/01/10 06.35  

setiap mengunjungi blog pak harto, hati saya kembali tentram dan berpikir tentang apa sebenarnya hakikat hidup.
Terimakasih atas pencerahannya pak.

Satu lagi pak permintaan saya, kalau bisa diaktifkan widget follower/google friend connect, soalnya saya kurang suka melihat email yang menumpuk akibat subscribe postingan. Thank againts

rental mobil murah 26/01/10 23.56  

ya benar pak,saya setuju dengan anda
sesungguhnya hidup adalah berbuat kebaikan dan kebenaran bagi semua org dan kenikmatan sesaat hanya membutakan mata orang beriman

munir ardi 27/01/10 11.15  

astaga dunia telah membuatakan mataku selama in pak harto makasih atas pencerahannya. Maaf baru bisa berkunjung lagi sibuk sekali akhir-aakhir ini saya pak

Go Green 27/01/10 22.27  

iya sob g ada yg abadi d dunia ini

prim 29/01/10 22.10  

Memang hidup itu kata orang cuma numpang minum, setelah itu berangkat lagi

engkus 07/02/10 06.33  

blognya bagus sobat

saling berbagi 07/02/10 06.35  

salam sukses sobat

†s@gung† 15/02/10 21.42  

gw setuju ama pndopat lo

Poskan Komentar

Followers

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com | Redesign by Jasa Pembuatan Blog Mung Bisnis2009

Back to TOP