Kamis, 28 Januari 2010

Jangan Tertipu Dengan Jebakan Nikmat Dunia



Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan watak kalian sebagaimana telah menentukan rezeki di antara kalian. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberi harta kepada orang yang Ia cintai dan orang yang Ia benci. (Namun) Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi keimanan kecuali kepada yang Ia cintai.” (Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 209)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan harta dan kedudukan kepada orang yang Dia cintai dari kalangan para nabi dan wali, seperti Nabi Sulaiman ’alaihi salam dan shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana Dia memberi kemewahan dunia sementara kepada para musuh-Nya semisal Fir’aun dan Qarun.
Hal ini seperti yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan:
“Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Rabbmu. Dan kemurahan Rabbmu tidak dapat dihalangi.” (QS Al-Isra’: 20)

Oleh sebab itu, janganlah seorang tertipu bila melihat orang kafir dan para pelaku maksiat diberi kemewahan dunia dan kedudukan terpandang. Karena itu adalah istidraj (jebakan) bagi hamba dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bila kamu melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.” (HR. Ahmad, dll, lihat Shahihul Jami’ no. 561)

Kenikmatan Dunia Bukan Ujian Ringan

Kenikmatan dunia dengan berbagai macamnya merupakan ujian yang berat. Sahabat ‘Abdurrahman bin ’Auf radhiyallahu ‘anhu berkata: “Dahulu kami diuji bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kesengsaraan, maka kami (mampu) bersabar. Kemudian setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal kami diuji dengan kesenangan maka kami tidak bersabar.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2464).

‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu disini mengatakan bahwa mereka diuji dengan kefakiran, kesulitan, dan siksaan (musuh) maka mereka mampu bersabar. Namun tatkala (kesenangan) dunia, kekuasaan, dan ketenangan datang kepada mereka, maka mereka bersikap sombong. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi)

Di saat kran dunia dibuka lebar-lebar, maka manusia akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya meskipun ada sesuatu yang harus dikorbankan. Persaudaraan yang dahulu terjalin erat kini harus rusak berantakan karena ambisi kebendaan. Sikap saling cinta dan benci yang dahulu diukur dengan agama, sekarang sudah terbalik timbangannya. Karena dunia mereka menjalin persaudaraan. Karenanya pula mereka melontarkan kebencian. Dengan ini mereka tega memutuskan tali kekerabatan, mengalirkan darah, dan melakukan beragam kemaksiatan. Seperti inilah bila kemewahan dunia menjadi puncak tujuan seseorang.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bukanlah kefakiran yang aku takutkan atas kalian. Tetapi aku khawatir akan dibuka lebar (pintu) dunia kepada kalian, seperti telah dibuka lebar kepada orang sebelum kalian. Nanti kalian akan saling bersaing untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah bersaing untuknya. Nantinya (kemewahan) dunia akan membinasakan kalian seperti telah membinasakan mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adalah di akhir-akhir masa sahabat telah muncul gejala yang dikhawatirkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di mana fitnah kekuasaan telah memicu adanya peperangan. Persatuan mulai tercabik-cabik dan ketenangan sudah mulai terusik serta jiwa solidaritas melemah di antara manusia. Adalah ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Sungguh kami telah mengalami suatu masa di mana tidak ada seorang pun (menganggap) lebih berhak dengan uang dinar dan dirhamnya yang dimilikinya lebih dari saudaranya yang muslim. Kemudian sekarang dinar dan dirham lebih dicintai oleh seorang daripada saudaranya yang muslim.” (Shahih Adab Al-Mufrad no. 81)

Tentunya, semakin jauh suatu masa dari zaman kenabian maka akan didapatkan kenyataan yang lebih pahit dan lebih menyedihkan dari sebelumnya. Tidak asing bila sekarang ada orang yang masih mengaku muslim namun tidak lagi peduli dengan kewajiban dan agamanya. Ambisi dunia telah menyita seluruh waktu, tenaga, dan hartanya. Seolah lisan hal-nya hendak mengatakan: “Hidup hanya di dunia, di sini kita hidup, di sini pula kita mati, dan tidak ada hari kebangkitan.” Orang seperti ini bila engkau ajak kepada kebaikan dan majelis ilmu, maka seribu alasan akan dikemukakan untuk tidak mendatanginya.

Subhanallah, untuk dunia yang fana yang nantinya akan dia tinggalkan, segala kemampuan dia curahkan. Namun untuk amal kebaikan sebagai bekal untuk akhirat yang kekal ternyata tidak ada kesempatan barang sedikit pun.

Seseorang Akan Ditanya Tentang Nikmat
Nikmat bukan pemberian cuma-cuma yang kita bebas mempergunakannya semau kita. Bahkan ia merupakan amanah yang kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS At-Takatsur)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan nikmat di sini adalah sehatnya badan, pendengaran, dan penglihatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menanyai hamba-hamba-Nya tentang nikmat tersebut, pada apa mereka pergunakan. Allah Subhanahu wa Ta’ala menanyai mereka padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih tahu tentangnya daripada mereka.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) dari sisi Rabbnya di hari kiamat hingga ditanya tentang lima hal. Tentang umurnya untuk apa ia gunakan, tentang masa mudanya pada apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan pada apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari ilmunya?” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2417, cet. Al-Ma’arif)


Wallahu a’lam.

Sumber : disadur dan dikutip dari tulisan Al-Ustadz Abu Muhammad AbdulMu’thi, Lc, berjudul “Menyikapi Nikmat Dunia Sebagai Ujian” dari Majalah Asy Syariah


“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahmaan ayat 13)

"Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang (Artinya, saat-saat sehat dan waktu senggang / luang orang sering menggunakannya untuk melakukan perbuatan yang sia-sia dan terlarang)". (HR. Bukhari)

65 komentar:

tukang service ac 28/01/10 15.43  

mengamankan pertamax dulu hehehe

tukang service ac 28/01/10 15.48  

ternyata ngeri juga yah bila di coba dengan kenikmatan dunia yang berlimpah, semua itu ada pertanggung jawabannya di yaumil akhir
syukron Pak harto .
jazakaullah khoiron katsiron

Roha 28/01/10 17.17  

Salam Pak Harto.
Terima kasih. Info yang manfaat. Menyedarkan bagi yang leka. Semoga kita dan keluarga kita tidak termasuk dalam golongan yang lalai dengan kenikmatan dunia sementara.

Aryo Halim 28/01/10 17.41  

makasih mas harto atas pencerahanya, mmg kita harus menggunakan sebaik2nya nikmat dunia. Soalnya nikmat luar biasa yang halal dan hakiki ada di akherat

kang tejo 28/01/10 19.07  

semoga kita dapat menjaga amanat kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah dan semoga kita dapat menghadapi cobaan nikmat dunia yang Allah berikan..sehingga kita tidak terlena dengan nikmat dunia yang fana ini.

rizal 28/01/10 19.33  

makasih pencerahan ditengah hiruk pikuk kehidupan dunia, setidaknya dengan tulisan ini telah menyadarkan kita dari keterlenaan nikmat dunia

lina@women's perspectives 28/01/10 20.53  

Terima kasih nasihatnya Pak Harto, ujian kenikmatan adalah ujian yang berat, mudah2an saya tergolong orang yang bisa menjaga diri agar tetap di jalan Allah

alkatro 29/01/10 01.17  

'semakin jauh suatu masa dari zaman kenabian maka akan didapatkan kenyataan yang lebih pahit dan lebih menyedihkan dari sebelumnya' .. kalimat yang indah dan penuh makna.. makasih pencerahannya mas.. semoga kita bukanlah golongan manusia yang tertipu oleh kenikmatan dunia. amin
salam sukses dan semoga sehat selalu :)

7 taman langit 29/01/10 01.45  

salam sejahtera
pesan yang bermanfaat
mudah-mudahan semua orang membacanya

blogger bumi lasinrang 29/01/10 01.47  

salam sejahtera
saya suka dengan pesan yang disampaikan bahwa kita tidak boleh tertipu dengan kenikmatan dunia

moenas 29/01/10 02.19  

sangat menyentuh hati pak,,,thanks berat neh atas sharing ilmu pencerahan2nya

Edwin's Personal Blog 29/01/10 05.15  

Kita memang harus emnyadari bahwa kekayaan dan harta yang kita miliki adalah ujian dari Allah. Ujian berupa kenikmatan. Justru kalau kita jadi buta karenanya dan terlalu mencintai dunia, kita akan tergelincir. Semoga kita semua dijauhkan dari hal itu...

blognyaipank 29/01/10 07.01  

kenikmatan bisa membutakan segalanya..semoga kita tidak dibutakan oleh kenikmatan duniawi..amin..

ABC Blog 29/01/10 14.51  

Salam kenal,
isinya dalam banget... sehat dan waktu senggang, dan lima hal diatas.
semoga bermanfaat

Shin-kun 29/01/10 16.49  

Assalamu'alaikum Oom :)

Kenikmatan duniawi memang bisa membutakan segalanya. Kita memang tidak boleh melupakan bagian kita di dunia, tapi harus tetap ingat pada bagian kita yang lebih abadi nanti di akhirat. Kenikmatan dunia hanya sementara...

Semoga kita tidak termasuk orang yang terjerumus dalam kenikmatan sementara. Amiin.

sauskecap 29/01/10 20.34  

seperti kata bang spiderman : dengan kekuatan yang besar semakin besar juga tanggung jawab kita, jadi semakin besar kenikmatan yang diberikan kepada kita, amanah yang diberikan kepada kita juga semakin besar

pakde sulas 29/01/10 20.39  

pintu dunia benar benar telah dibuka oleh Alloh, sehingga sekarang kaum muslimin saling bersaing untuk mendapatkan kenikmatan dunia, bahkan sudah saling menumpahkan darah .

HumorBendol 29/01/10 22.49  

Bendol termasuk salah satu yang terjebak dalam kenikmatan dunia.
Makasih atas pencerahannya Bang.
Salam
Sukses selalu...

bhogey 29/01/10 23.04  

makasih artikelnya mas, bagus ni.kita musti Tetap inget kehidupan mendatang

Go Green 30/01/10 00.05  

artikelnya sangat bermanfaat bgt nih buat pencerahan...... izin aq save buat nambah koleksi kumpulan artikel aq d rumah.... boleh kan ?

NURA 30/01/10 01.51  

salam sobat
iya mas HARTO,,semoga kita semua jangan sampai tertipu dengan jebakan nikmat dunia ,yg hanya sementara saja nikmatnya.
trims sharingnya.

Sharing ilmu 30/01/10 02.48  

wah artikelnya beda dgn yg lain..
mencerahkan nii mas..

bundadontworry 30/01/10 04.03  

assalamualaikum wr.wb.
salam kenal, Mas Harto.
terima kasih utk kunjungannya ke blog saya yg seadanya.

terimakasih utk pencerahannya agar kita tak terlena dgn kemilaunya dunia yg hanya sekejap, namun dapat menghasilkan kerugian di hari nanti.
salam hangat utk keluarga.
salam.

anna fardiana 30/01/10 05.04  

hmmm...makasih udah nyentil...
emang, terkadang orang gak sadar, bahwa kenikmatan itu juga ujian.. bisa jadi lebih berat, karena memabukkan..membuat kita lupa

Mamah Aline 30/01/10 05.55  

saya seperti diingatkan tentang kenikmatan di dunia ternyata ujian yang berat dari Allah SWT, banyak orang bahkan tidak menyadarinya, makasih untuk pencerahannya mas harto

Lina Marliana 30/01/10 06.02  

Sebenarnya aku hampir komen di urutan 1, tapi gagal.. trus diurutan ke 3.. tp gagal lagi, coba lagi pas diurutan ke 6, kembali gagal.. Mudah2an kali ini berhasil meski harus puas diurutan ke 25 nih.. :)

Lagi2 pencerahannya mengena banget pak, manusia seringkali terlena akan kenikmatan sesaat yg diperolehnya. Dikasih nikmat sedikit aja udah lupa tuk bersyukur pada Sang Pemberi Nikmat.. Namun disaat kenikmatan itu sirna dan berbalik dalam keterpurukkan, baru deh dia ingat dan kembali memohon tuk diberi nikmat..
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat2 seperti itu.. Amin..

Lina Marliana 30/01/10 06.24  

kode verifikasi yg ga muncul itu bukan krn tersembunyi yg bisa ditombol tab lalu muncul pak.. yg saya sering alami adalah kode verifikasi yg blank, yg ga ada tulisan apa2, jadi harus reload lagi biar muncul.. Tp ini terjadi saat koneksi lemot kok pak, malam ini alhamdulillah, tidak seperti biasanya.. malam ini lumayan lancar.. :)

edda 30/01/10 07.28  

berkunjung

lam knal yaa

greengrinn 30/01/10 16.41  

er,.Ayah saya sering mengingatkan saya untuk selalu mensyukuri hidup apa adanya =3 dan itu memang sulit sekali. Apalagi kalau hidupnya sudah dikelilingi orang-orang yang suka hanyut dengan dunia =3

Syifa Ahira 30/01/10 17.46  

makasih Pak sudah mengingatkan..
kenikmatan memang ujian paling berat dalam hidup..

yuzrond 30/01/10 18.50  

yupz.. bner maz. emg bner gk ad gunanya.
udah sia2, terlarang lagi. gk daped pahala mlah daped dosa.
naudzubillahmind dhaligh..

birhatihin 30/01/10 20.20  

assalamualaikum.. numpang baca ya pak..
bagus banget..

richo 30/01/10 21.25  

memang cobaan nikmat dunia buerat banget, susah menghindari. salam kenal pak

Osi 30/01/10 23.08  

Terima kasih untuk pencerahan rohaninya, semoga saya dapat lebih memperbaiki hidup dari sebelumnya

Jamal Hacker 30/01/10 23.16  

Nikmat dunia memang memabukkan, akan tetapi dengan shalat dan zikir kita tidak akan lalai dalam menghadapinya

ranny 30/01/10 23.19  

tulisan yang mencerahkan :) thanks pak.
salam kenal

putri ayuningtyas 30/01/10 23.58  

Assalamualaikum..

post yg bgus. untuk pencerahan rohani untuk para pembaca. terima kasih

Alrezamittariq 31/01/10 00.46  

setuju....
pa kbr bang Harto?

Alrezamittariq 31/01/10 00.48  

oh iya mas...linkmu dah nampang di catatan sederhana ku yah..hehe...sudi kiranya tukeran link juga bang?makasih

Hdsence 31/01/10 03.37  

Sungguh bahan renungan yang indah,,,

pembelajaran diri...

^_*

Pohonku Sepi Sendiri 31/01/10 08.37  

woah, langsung termenung neh mas abis baca postingnya.. benar2 mencerahkan, seperti biasanya..
makasih atas renungannya, mas.. :)

KucingTengil 31/01/10 10.32  

sungguh... ujian nikmat dunia sangat mengerikan. Semoga kita smua mendapat lindungan Tuhan sehingga tidak dibutakan oleh nikmat dunia yg akhirnya menyesengsarakan.

phonank 31/01/10 17.58  

Nikmat dunia yang kita lihat memang terasa nyata, namun sayangnya tidak akan kekal untuk sepanjang masa.

tapi nikmatnya Surga begitu Fana terasa, namun akan selalu kekal jika kita bisa berada di sana,,

mari kita sama-sama renungkan...

Rizky2009 31/01/10 22.17  

cuma mo ngsih tau aja, ada tag buat sobat... jikalau berkenan silakan d ambil

http://rizky2009.blogspot.com/2010/02/tag-about-yourself.html

@cicin 31/01/10 23.06  

Apakabar, pak Harto?

wiyono 31/01/10 23.37  

Selamat siang, besar harapan kami untuk mengundang sahabat ikut berpartisipasi komentar di blog kami yang baru... komentar anda berharga bagi kami... di sini

andy 01/02/10 02.24  

yah justru itu mas, kenikmatan yang hanya sesaat ini malah menjadi penjerumus manusia ke dalam sifat duniawi. karena bentuk dan wujud kenikmatan itu sangat membuat manusia lupa akan akhirat. Tapi dengan mas tulis artikel seperti ini mudah2an bisa saling mengingatkan teman2 yang lain termasuk andy pribadi. makasih pencerahannya mas. Ass. wr. wb

RifkyMedia™ 01/02/10 02.50  

hidup ini singkat,kenikmatan yg ada hari ini hanya sebuah bekal apakah bisa kita menjaga nya untuk kehidupan kemudian

Arfi 01/02/10 07.04  

betul banget mas... menipu banget dunia ini.. jangan sampai kita terlena dengan kenikmatan dunia fana ini...

albertus goentoer tjahjadi 01/02/10 08.21  

sangat mencerahkan pak... terima kasih sudah diingatkan...

EgaBlogSpot 01/02/10 22.21  

Semoga kita semua termasuk orang yang tidak lalai dengan nikmat-nya dunia. amien

semutbengkok 02/02/10 01.16  

iya mas!! cobaan brupa knikmatan yg paling berat didunia ini adalah harta

alamendah 02/02/10 04.40  

layaknya dalam sebuah pelayaran panjang, di tengah perjalanan kita diberi kesempatan berhenti sejenak di sebuah dermaga untuk melengkapi perbekalan. Jangan sampai kenikmatan yang ada di dermaga itu melalaikan tujuan akhir dari perjalanan kita.

rrumah blogger 03/02/10 05.36  

kita kadang lupa dengan tipuan dunia..

sabirinnet 03/02/10 05.38  

jebakan dunia hanya sebuah topeng, keindahan dunia adalah keindahan semu yang tidak hakiki...

yani 03/02/10 06.06  

bismillah..
moga kita g jauh dariNya..
dan justru semakin dekat..
sehingga kita tidak akan lupa dengan semua yang telah di berikanNya pada kita semua..
aminn..

mas doyok 03/02/10 15.08  

iyamas jgn sampe terlena apalagi kapanpun bisa dipanggil kan

seperti kang jaiman

minta al faatihahnya salahs atu temen bloggger kita kang jaiman meninggal dunia

katakataku 04/02/10 00.13  

saya setuju om, bahwasanya kenikmatan dunia ini bukanlah ujian yang ringan yang kita hadapi/terima, tapi ujian yang berat dimana kita sebagai manusia yaitu makhluk yang diberi akal dan perasaaan oleh Yang Maha Memberi sangat selalu ingin dan ingin, dan malah pula selalu ingin lebih dalam mendapatkan sesuatu hal di dunia ini.

jadi, sangat beruntunglah kepada orang-orang yang bisa menghadapi ujian langsung dari Sang Maha Kuasa di dunia ini dengan sikap yang tabah dan ikhlas dalam menjalankan ujian tersebut :D

andy 04/02/10 02.38  

Ass,

Oh ya ada tambahan nih Mas harto, ada "tag" buat mas diblog aku. Linknya aku cantumin dilink komentar ini. Semoga dengan begini lebih terjalin hubungan dan komunikasi antar sesama blogger. Kalau mas berkenan mas bisa mempostingnya diblog mas. Thank mas

elia|bintang 04/02/10 11.38  

kita memang harus hati2 melangkah. sebisa mungkin hanya di jalan2 yg bisa kita pertangungjawabkan kelak :D

omagus 04/02/10 17.13  

salam kenal..!
Tulisan yang menispirasi..!
MEmang sekecil apapun yang kita perbuat suatu saat pastilah ada pertanggung jawabannya

Prie 04/02/10 18.55  

Gemerlap dunia memang bisa menjadikan orang yang berjalan di atasnya akan terpengaruh oleh kemilaunya. Keep the faith ....

Astaga.com lifestyle on the net 09/02/10 20.13  

tulisan yg menarik

catatanku.info 19/02/10 19.51  

penting ne buat renungan

Bang rachmat 20/02/10 04.25  

kenikmatan dunia memang membuat orang terlena, tinggal bagaimana kitanya apakah dengan diberi kenikmatan itu kita makin dekat atau makin jauh kepada Allah.

Poskan Komentar

Followers

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com | Redesign by Jasa Pembuatan Blog Mung Bisnis2009

Back to TOP