Kaya atau Miskin


Suatu kali aku bersama dengan istri dan anak-anakku duduk mengelilingi meja, baru saja menyelesaikan santap malam bersama. Alhamdulillahi robbil alamin. Seperti biasa, sambil menghabiskan minum dan “menurunkan” nasi, kamipun bercakap-cakap.
Malam itu, entah kenapa, topik sampai memperbincangkan si kaya dan si miskin.
“Seandainya kita jadi orang miskin dan punya uang di tangan ada seribu rupiah, waktu sholat di masjid, biasanya ada kotak amal, berapa yang akan kita masukkan kedalam kotak tersebut jika kita ingin beramal?”, kataku memancing pendapat.
“Seribu”, jawab anak sulungku cepat. Anak bungsuku mengangguk tanda setuju. Aku menengok ke arah anak keduaku dan diapun menjawab; “Ya…., seribu lah…., kan uangnya cuma seribu”.
“Kalau kita punya uang sepuluh milyar, kemudian datang rombongan pengurus masjid lingkungan kita dan menyodorkan proposal pembangunan atau perbaikan masjid. Seandainya kita ingin beramal, berapa yang akan kita sumbangkan kepada mereka?”, lanjutku bertanya.
Agak lama mereka berfikir dan akhirnya anak sulungku menjawab, “Ya…., lima puluh juta lah”. Anak bungsuku agak terperanjat, “Wah …., banyak banget”, ujarnya spontan. Aku kembali menengok ke arah anak ke duaku. Tidak ada jawaban. “Paling kita nyumbang dua ratus atau tiga ratus juta. Itu rasanya sudah banyak banget kan?”, sambungku menekankan.
“Coba perhatikan. Tidak sampai sepuluh persen yang terlintas dalam pikiran untuk kita berikan sebagai tabungan amal jariah, seandainya kita jadi orang kaya.
Sementara, seandainya kita jadi orang miskin yang punya seribu rupiah, sepertinya kita bahkan akan dengan ikhlas memberikan 100% uang kita sebagai tabungan amal jariah, infaq kita. Ini kecenderungan yang hampir pasti, bahwa semakin kaya seseorang maka dia akan semakin pelit dan semakin sulit beramal shaleh. Kalaupun ada orang-orang kaya yang dermawan, sepertinya dia tidak akan semudah orang miskin menyerahkan semua atau sebagian besar hartanya untuk tabungan amalnya”, aku menyampaikan pendapatku.
“Jadi sebaiknya kita jadi orang kaya atau jadi orang miskin?”, tanya anakku yang nomor dua.
“Jadilah orang kaya yang dermawan, yang memperlakukan hartanya sebagaimana orang miskin dalam beramal shaleh. Jangan kamu nikmati hartamu di dunia ini, tapi belanjakan sebagai tabungan amal shaleh untuk kamu nikmati di hari nanti.
Konon pada hari perhitungan nanti, orang miskin yang rajin beribadah dan beramal shaleh akan dihisab terlebih dahulu dibanding orang kaya yang dermawan, rajin beribadah dan beramal shaleh. Kalau si miskin dihisab pagi hari, maka si kaya dihisab pada sore hari. Ukuran pagi ke sore di sana nanti, ibarat berapa puluh tahun lama di dunia”, sahutku menjelaskan.
“Jadilah orang kaya yang dermawan yang memperlakukan hartanya sebagaimana orang miskin memperlakukan hartanya dalam beramal shaleh. Tetaplah menjadi seperti orang miskin, walaupun sebenarnya kamu kaya”, aku menekankan dan menutup acara di meja makan itu.
“Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp 100.000,- apabila dibawa ke Mesjid untuk di sumbangkan, tetapi betapa kecilnya kalau di bawa ke Mall untuk di belanjakan”
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.” [At-Taghabun: 15]
“Saudara-saudaraku berlomba-lombalah di dalam beramal, karena tabungan yang hakiki adalah amal perbuatan kita yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan”
NB :
Award yang ke 9 di Akhir bulan Nopember

Alhamdulillah, dapet award lagi nech. Terima kasih buat blog ”Galeri Fhoto”
atas award yang diberikan ini. Ini adalah Award yang ke sembilan yang saya terima di akhir bulan Nopember 2009.
Walaupun tidak ada syarat untuk membagikannya lagi, tapi untuk mempererat tali silaturahim dan untuk jalin persaudaraan antara sesama para blogger, dengan bangga saya persembahkan award ini kepada sobat-sobat blogger lainnya.
1. ”Dik Shin Kun”
2. ”Belajar Blog”
3. ”Baling Baling Bambu”
4. ”Just a Berry Devanda”
5. ”Blog Yantje”
Silahkan di ambil award nya ya, sob.......












28 komentar:
Keikhlasan tu yg susah untuk dipraktiskan..
Bersyukur adalah insan yg paling kaya..
InsyaAllah
Assalamu'alaikum Oom, hehehe, jadi inget waktu pengajian dulu, kebetulan yang ngisi Bapaknya Shin-kun, waktu itu Beliau bertanya kepada para jama'ah, 'kalo Idul Fitri tahun depan Anda harus berzakat, Anda ingin zakatnya tambah banyak ato tambah sedikit?', dan buuuanyak yang menjawab spontan 'tambah sedikitlah Pak, kan gak keluar harta banyak'. Dan Bapak pun berkata 'kalo gitu, Anda secara tidak langsung malah mendoakan diri sendiri supaya semakin miskin donk, seharusnya kita berharap bahwa tahun depan kita akan SEMAKIN BANYAK berzakat, karena itu tanda bahwa kita SEMAKIN KAYA, dan ALLAH mengamanatkan harta yang lebih banyak pada kita', hehehe... Shin-kun ikut kesindir tu Oom :p...
Eh, kepanjangan yak, maaf ya Oom, ma'aaaf :p, Shin-kun suka lancang ini komen panjang2, maaf ya Oom :">...
Wah betul banget tu, kang. mudah2an sy bs sprt itu. kaya jd dermawan, dan ttp beramal shaleh walau miskin.
Makasih awardnya dah di pasang.
nice post, miskin harta tapi kaya hati, beramal selalu untuk saling berbagi
ceritanya dalem banget Pak. Smoga saya bisa jadi orang yang dermawan di saat susah apalagi saat senang....
Salam kenal...
:)
salam sobat
selamat atas AWARDnya
semoga makin sukses.
sebaiknya jadi orang kaya hati, miskin dosa saja deh.
nice posting pak..
wah, sekalian bagi2 award yah..bagus banget awardnya.. sayangnya namamu ga tercantum diatas.. :D
lebih baik tangan diatas ketimbang tangan dibawah, benar nggak mas??
memberi walau sedikit tapi bermanfaat bagi yag membutuhkannya.
menurut Syeh Abdul Qadir AL Zailani mengatakan, "pengemis atu peminta2 itu adalah hadiah dari Allah, tetapi kamu sekalian tidak mengetahuinya"
terima kasih share rohaninya mas, semoga sukses aja
wah ini dia baru papa yang keren
mengajarkan suatu hal yang baek dan mengajak anak untuk berpikir bahwa dunia dan akhirat itu sama pentingnya dan saling terkait
kalau saja banyak orang mempunyai jiwa dermawan alangkah indahnya hidup ini
Amalan yang baik itu mudah namun terasa berat untuk dikerjakan, sedangkan amalan yang sebaliknya amatlah sulit namun mudah sekali dikerjakan.
Kita hidup di dunia, semua adalah titipan, harta adalah fana di akhirat. Namun, kebajikan dan amal yang kita sisihkan di jalan Allah, adalah kekal untuk di akhirat kelak, amin
Saya ingin jadi orang kaya dermawan, Pak, mudah2an bisa tercapai. Rasanya bahagia sekali bisa menolong orang...
Hmm
kalo diliat dari cerita diatas, kata mas harto bener juga yah
kalo dalam keadaan susah, uang yang ada ditangan bisa langsung kita sumbangkan semua
tapi gmana kalo udah berkecukupan..?
kadang ketamakan menguasai kita
oia, awardnya dah aku ambil dan postingkan mas
makasi atas kepercayaannya
salam sobat
wah masih tentang kaya dan miskin nich,,
selamat atas AWARDnya
semoga sukses selalu.
thanks mas pencerahannya.. duit kalo di bawa di mall cepet habisnya, tapi dibawa jalan Allah, rezekinya mengalir terus..
Kaya atau miskin..pasti banyak yang mau KAYA tull gak pak...??
definisi KAYA yg seperti apa nih..??khan kita semua ini sudah KAYA (di post sebelumnya),
tringat kisah Sayyidina Ali Ra ketika akan ke pasar untuk membeli makanan bertemu dengan seorang pengemis di jalanan yang sudah 3 hari tidak makan beliau langsung memberikan uangnya kepada pengemis tersebut padahal beliau sendiri sudah tidak punya apa apa lagi.
Beramal dg jml yg bsr, klo hanya untuk ingin d puji ttp aja ga bakalan berkah.Sedikit beramal yg penting ikhlas. Betul ibu-ibu?
:)
serasa sewindu ga kesini mas..
baca posting ini sy jadi teringat temen yg kalo kurban atau aqiqah selalu nyari desa yg terpencil agar tidak diketahui oleh warga di wilayah dia tinggal ...
great post.. :)
"banyak orang kaya tapi miskin hati tapi banyak orang miskin tapi kaya hati"
ini kalau menurut saya karena biasanya klo arang sudah kaya/hidup penuh dengan berkecukupan dia suka engga ingat siapa yang memberikan rizky.
salam sahabat
ehm artikelnya us,kl saya pilih kaya yang membawa hikmah yakni kaya hati gitu tapi susahnya minta ampun bila kita tidak konsekuensi diri dalam ibadah tentunya thnxs n good luck ya
thank mas infonya
agar kita lebih mawas diri aja...
kunjugan perdana...
salam kenal :D
jadi orang kaya itu ada ujiannya
jadi orang miskin ada ujiannya
syukuri aja apa yg ada
hehehe
Kalu dipikir-pikir bener juga ya...kadang hal inilah yang membuat bahwa orang miskin mempunyai keistimewaan di mata tuhan...thanks pak harto sudah sharing..
mencari artkel baruu di sini...biasa aja pak harto saya juga belajar ngeblog oh ya mau tanya dikit ni...
buat dot com giman caranya...
Betul sob. Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang didapat dan membelanjakan hartanya di jalan Tuhan.
jadi inget piala citra... habis awardnya mirip piala citra euy
Poskan Komentar