Tujuh Kebenaran Islam yang mutlak


Doctor Verkuyl, Doctor Kraemer, Rifai Burhanuddin lupa,
demikian pula dengan Pater Grunnen, bahwa ada tujuh
kenyataan mutlak yang dipunyai oleh Islam, yang tidak dapat
dibantah oleh siapapun juga. Ia tidak dapat dibantah oleh
sejarah, ia juga tak dapat dibantah oleh Ilmu Pengetahuan,
ia tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi, oleh iklim
dan masa. Mereka, pendeta-pendeta dan pastor-pastor lupa,
demikian pula sarjana-sarjana orientalis barat bahwa:
1. Al Qur'an dengan bahasanya yang tetap sepanjang masa dan
sama dimana-mana telah sanggup menciptakan iklim keIslaman
yang merata mutlak. Ia akan dimengerti di Amerika, demikian
juga di Inggris. Bila ia dibacakan di Jepang, maka ia juga
dipahami oleh orang-orang India dan Pakistan, dan bila ia
dibaca di negeri Belanda, maka Mesir, Libya, Indonesia akan
mengerti, setidak-tidaknya mengenali bahwa itulah ayat-ayat
Al Qur'an. Al Qur'an tidak pernah dirubah bahasanya dan ini
saja sudah dapat dijadikan pegangan, bahwa isinya authentik
asli. Beda dengan Injil yang telah melalui sedemikian banyak
terjemahan, sehingga keaslian kata-kata mungkin telah
menyimpang dari maksud semula. Ia disalin dari bahasa Ibrani
ke bahasa Gerika, lalu ke bahasa Latin, dari Latin oleh
Marthen Luther pada tahun 1521 disalin ke bahasa Jerman.
Dari Jerman disalin pula ke dalam bahasa Inggris, Belanda,
Indonesia, Jawa, Minang, Timor dst. Sambil menyalin, maka
atas pertimbangan politik(?) sipenyalin menterjemahkannya
pula menurut "situasi dan kondisi" setempat. Kita lihat
misalnya, kalau didalam Injil bahasa Belanda dan Inggris
syarat masuk surga adalah Door bidden en fasten atau by
praying and fasting, maka didalam Injil bahasa Indonesia
mereka mencukupkan hanya dengan doa, sedangkan fasting atau
fasten atau puasanya dihilangkan.
2. Al-Qur'an tidak bertentangan dengan Ilmu pengetahuan.
Bacalah theorie La Place & Chamberlin, bacalah theorie
kejadian bumi, maka Chamberlin menyebutkan: Bahwa bumi kita
ini ialah terjadi dari gumpalan-gumpalan kabut yang
bergulung-gulung semakin lama semakin padat, sehingga
berpijar, dan kemudian mati pijarnya, lalu tumbuhlah
kehidupan. Lalu cobalah kita buka Al-Qur'an surat
tertulislah disana theorie itu: "Dan ingatlah ketika Aku
menciptakan bumi ini dari suatu hamparan yang lalu
bergulung-gulung." Qur'an surat Nuh 14 menulis tentang
adanya tingkatan-tingkatan kejadian dari manusia, surat Al
An'am 97 memuat theorie Astronomi. Dalam surat-surat yang
lain dimuat pula theorie perkawinan tanam-tanaman (botani).
Qur'an tidak serupa dengan Perjanjian Lama yang menolak
theorie Galileo Galilei, Islam tidak seperti Kristen yang
telah begitu banyaknya membunuhi kaum cerdik pandai seperti
Galileo Galilei, Johannis Heuss dan sebagainya.
3. Al-Qur'an tidak menentang fitrah manusia. Itulah sebabnya
didalam Islam tidak diakuinya hukum Calibat atau
pembujangan. Manusia dibuat laki-laki dan perempuan adalah
untuk kawin, untuk mengembangkan keturunan. Maka itu ajaran
Paulus yang mengatakan bahwa ada "lebih baik" laki-laki itu
membujang seperti aku dan perempuan itu tidak kawin,
ditentang oleh Islam. Bukankah monogami akhirnya melibatkan
dunia Kristen dalam lembah pelacuran? Bukankah orang-orang
Italia yang monogami itu akhirnya mempunyai juga istri-istri
yang gelap? Dan bukankah Amerika, Swedia dll. akhirnya
menjadi bejat akhlaknya sebab mempertahankan monogami? Maka
dunia akhirnya menetapkan: Poligami adalah bijaksana.
Poligami mencegah manusia daripada zinah dan pelacuran.
Tidak heran bila surat An Nisa ayat 3 kemudian membolehkan
orang untuk Poligami, yaitu poligami yang terbatas: 4.
4. Al Qur'an tidak bertentangan dengan akal dan fikiran manusia.
Itulah sebabnya Islam sangat menghargai akal dan fikiran
yang sehat. Kaidah Islam tidak dapat menerima doktrin "Tiga
tetapi satu," sebab tiga tetapi satu bertentangan dengan
ratio. Ummat Islam sama sekali tidak dapat memahami
bagaimana Paus, seorang manusia, dapat menjabat Wakil
Tuhan(Ficarius Filii Dei). Paus mewakili urusan Allah untuk
dunia ini, memberikan amnesti, abolisi dan grasi atas ummat
manusia yang berdosa dengan mandaat sepenuhnya dari Allah.
Demikian pula, kalau kami yang tidak tahu menahu akan
perbuatan Adam harus memikul dosa Adam. Dan akal lebih tidak
bisa menerima lagi, kalau Allah yang pengasih penyayang itu
akhirnya lalu menghukum mati anaknya sendiri demi menebus
dosa Adam dan anak cucu Adam. Maka itulah Islam tidak
mengakui dosa keturunan, juga tidak mengakui adanya
"Sakramen pengakuan dosa" yang memanjakan manusia dan
mengajar manusia untuk tidak bertanggung jawab itu.
5. Islam tidak bertentangan dengan sejarah. Islampun dengan
sendirinya tidak mendustai sejarah. Putih hitamnya sejarah
Islam, diakuinya dengan jujur. Ia, misalkan mengalami
tragedi pahit seperti "Night of St. Bartolomeus" pastilah ia
mengakui, dan ummatnya mengetahui. Islam selalu sesuai
dengan situasi dan kondisi, ia bukannya menyesuaikan diri,
tetapi diri (dunia maksudnya) yang harus menyesuaikan
dengannya.
6. Oleh sebab itulah maka Islam tetap bertahan. Ia selalu
maju seirama dengan kemajuannya zaman. Empat belas abad
sudah lamanya Islam tetap dalam suatu kesatuan syareat dan
hakekat. Seribu empat ratus tahun lamanya hukum-hukumnya,
undang-undangnya, shalat dan kiblatnya, puasa dan hajinya
tetap berjalan. Ia tidak ambruk setelah ilmu pengetahuan
lebih maju, ia juga tidak colaps menghadapi kebangkitan
humanisme dan sosialisme. Adapun atau kalaupun dikatakan
mundur, sebenarnya ialah ummat artinya orang-orangnya apakah
itu person atau kelompok. Mengapakah ummatnya mundur? Sebab
ia telah meninggalkan Qur'annya. Ia berbeda dengan ajaran
atau hukum gereja Katolik yang selalu berubah-ubah boleh -
tidak boleh dan sekarang boleh lagi kawin. Padahal soal
kawin adalah soal keputusan Tuhan. Adalah keputusan Tuhan
selalu berubah-ubah dan dapat ditentang oleh manusia?
7. Al Qur'an tak dapat disangkal ]agi, adalah pegangan hidup
dan mati, dunia dan akhirat. Qur'an ternyata merupakan
landasan idiil dan spirituil, landasan hidup di dunia dan
di akhirat. Qur'an, tidak hanya memuat perkara akhirat saja,
tetapi juga perkara dunia. Itulah sebabnya bila kita membaca
Al-Qur'an kita akan menemui bermacam-macam hukum, apakah itu
hukum pidana, perdata, atau hukum antar manusia dan
kemasyarakatan. Demikian pula ia memuat hukum dengan
lengkapnya hukum perkawinan dan sopan santun perang.
Al Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia ke jalan yang benar & metode yang lurus, yang berisi penjelasan yang menunjukkan ketentuan-ketentuan dan kewajiban-kewajiban Allah serta hukum Halal dan haramnya, sekaligus merupakan pembeda yang membedakan yang Hak dan yang Bathil.
Semoga kita termasuk orang-orang yang gemar membaca Al Qur’an.
“Yakinilah bahwa Al Qur’an dapat menjernihkan hati dan melembutkan prilaku manusia” (QS Az zumar : 23)












36 komentar:
Amin mas, semoga kita semua dalam lindungannya
mantab sob pencerahannya. Semoga kita tetap berpegang pada Al Qur'an n sunah nabi
Renungan pagi pak.. Semoga selalu mencerahkan hati kita..
Btw, ada hal yang berkaitan dgn ilmu pengetahuan dan agama.. Namun tentu saja, kita tak boleh meragukan sejarah umat yg terkandung dlm Al Qur'an.
Tapi untuk sekedar ingin tau pendapat bapak, ttg sejarah adam dan hawa.
Dlm ilmu pengetahuan di jelaskan bahwa nenek moyang manusia adalah dalam wujud kera.
Apakah adam dan hawa dulu jg dalam wujud itu pak ? Mohon penjelasannya.. Thanks.
Alquran adalah mukjizat yang luar biasa yang di berikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Kehidupan manusia,kejadian dahulu ,dan masa depan(akhirat) terdapat dalam Kitab Suci Alquran.
selamat beraktifitas pak harto
amiinnn, alhamdulillah.
mudahan kita termasuk golongan umat yg mencintai Al Qur'an, amin
Assalamu'alaikum Oom...
Alhamdulillah, posting yang berguna, dan semakin menambah keyakinan kita ummat Islam akan ketangguhan dan keaslian Al-Qur'an, Subhanallah...
Oya, mencoba menanggapi pertanyaan dari Mbak Lina Marliana, masalah teori bahwa nenek moyang manusia adalah kera... mmmmm, menurut Shin-kun, ini berkaitan dengan teori evolusi, logika Shin-kun, jika manusia itu berevolusi, maka sampai sekarang manusia pun akan terus berevolusi, misal tiba2 idungnya lobangnya jadi 1, ato matanya 3 *hehehe...* tapi nyatanya bentuk manusia masih sama dari abad ke abad, jadi menurut Shin-kun, wujud nenek moyang manusia, Adam dan Hawa, adalah wujud manusia juga, bukan kera...
lanjutan...
Kalopun terjadi sebuah perubahan yang cukup drastis, Shin-kun berpendapat itu lebih ke bentuk mutasi, bukan evolusi, karena (setau Shin-kun) evolusi adalah perubahan yang berjalan terus menerus, sedangkan mutasi adalah perubahan yang mungkin drastis, tapi tidak berjalan terus... Sekian penjelasan dari Shin-kun, semoga bermanfaat.
Buat Oom Harto, Shin-kun minta maaf banget ni Oom, udah 'cerewet' di blognya Oom Harto, kalo ada salah ngomong ato salah kata dan salah pendapat, mohon dibenarkan ya Oom, terimakasih.. :)
Aamiin.. saya pernah baca beberapa bulan yang lalu tentang tim Nasa yang menyatakan bahwa struktur batuan bulan pernah terbelah menjadi 2 bagian ribuan tahun yang lalu kemudian bersatu lagi; seperti yang tercantum dalam AlQuran. Subhanallaah..
salam sobat
trims penjelasannya.
memang benar dan terbukti bahwa Alqur'an pegangan hidup dan mati , dunia dan akherat.
semoga kita semua gemar membaca ayat suci Alqur'an setiap saat.
SETUJU. Bener bgt... Al-Qur'an is the Best. Ga ada tandingannya.
BTW... perasaan sy tiap hr buka blog & berkunjung ke blog ini, tp kok isi komen nya keduluan org terus.
wah dapet ilmu agama nih begitu masuk web ini,,,al-quran mamang pegangan elama kita hidup dan mati !!! moga2 kita semua termasuk hamba2 penghuni sorga (amin)
Alhamdulillah saya seorang Muslim...
posting nya menembah ilmu nie
@ Dik Shin-Kun trims atas respons nya terhadap pertanyaan dari Ibu Lina Marliana tentang nenek moyang manusia.
@ Ibu Lina Marliana, saya berpegangan pada Al Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW, bahwasanya Nabi Adam AS & Siti Hawa itu bukan kera TAPI MANUSIA (diberi akal oleh Allah SWT)seperti kita ini, sedangkan nenek moyang manusia dalam wujud kera (kera=binatang yang tidak diberi akal oleh Allah SWT) itu hanyalah teori Darwin aja yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Untuk lebih jelasnya lagi bisa baca buku karya HARUN YAHYA yang berpatokan dari Al Qur'an atau bisa juga ibu kunjungi http://id.wikipedia.org/wiki/adam
Allah Maha Indah (Al Asma'ul Husna / ismi=nama ; husna = baik, indah)sepertinya tidak mungkin kalo Allah SWT menciptakan manusia dengan berwujud kera? Kera itu tidak indah sedangkan manusia itu indah (ini logika saya aja)
Intinya saya tidak setuju kalo nenek moyang manusia adalah kera.
Mohon maaf bila beda pendapat..."Perbedaan adalah Rahmat, bisa berbeda menjadi nikmat, ingin berbeda itu motivasi kuat. Insya Allah dari satunya perbedaan, menjadi munculnya kebersamaan yang erat"....
@ galeri photo jadwal postingan saya Insya Allah setiap hari senin, rabu dan Jum'at.
@ All, terima kasih atas kunjungan n komentnya semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan pada kita semua dan kesempatan yang baik untuk kita saling bersilaturahim..... trims salaaam....
salam sahabat
betul apa yang Anda postingkan,,untuk itu doa dan harapan semoga kita menjadi insan yang gemar membaca dan mengamalkan isi kandungan kitab Suci tersenut amien n good luck
Al quran memang tetap terpelihara sampai akhir zaman walaupun ingin dihancurkan oleh manusia.Jadikan diri kita al quran berjalan dengan cara mengamalkannya amien..
kenapa isinya identik dengan karya-karya tulian bidat kaum Gnostik pada Abad ke-2 sampai abad pertengahan ya???
alhamdulillah
semoga semuanya terbuka
Salam kenal Abi Harto, Saya Arya Muhamad
Islam itu adalah ajaran yang komprehensip dan lengkap. Islam itu mencakup segala macam aspek kehidupan, mulai dari pribadi dan sosial.
tidak mungkin ada orang yang dapat menemui ajaran sesempurna islam. Islam itu penuh cinta. Islam itu rahmatan lil 'alamin.
kelak orang2 selain Islam akan menyesal tidak ber-Islam. Dan mereka menyadari bahwa ummat Islam sangat sabar dengan pencitraan buruk yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, itu tidak benar.
Dalam ber-Islam kita hendaknya harus sungguh2, penuh (kaaffah). Karena menurut saya islam itu harus dialmbil seluruhnya atau tinggalkan sama sekali. Jadi nggak boleh setengah-setengah.
Wassalam
ada satu lagi pak.... dibandingkan dengan kitab sebelumnya, tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al-Quran
asaalamualakim.
kunjungan pagi kesini dengan siraman rohani yang membuat saaya termenung dan kagum akan keagungan alquran, jujur saja saya tidak bisa memberi komentar terhadap tulisan bapak ini, di karenakan pengetahuan "agama" saya yang masih minim, masih perlu didikan, maasih perlu belajar dari orang-orang alim (berilmu) seperti bapak harto misalnya, dengan kunjungan saya kesini, sungguh memberi kan arti yang sangat dalam buat saya....
salam sejahtra dari INFORMASI PETERNAKAN AYAM
ini adalah perkataan yang benar dan tidak bisa di bantah, siapa yang bisa membantah
salam sobat
alhamdulillah kita semua termasuk orang2 yang gemar membaca ALQUR'AN,,
semoga kita semua diberikan jalan yg lurus dan benar.
bener itu mas...
Al-Qur'an tidak akan pernah terbantahkan
kita harus mengamalkannya
Allah memang Maha Besar...
Semua kalo menggunakan ilmu islam pasti hasilnya akan bagus, karena dalam islam sudah ada semuanya!
karena ajaran agama islam sudah disempurnakan oleh nabi muhammad SAW
Cara Membuat Blog
Saya paling setuju pendapat bahwa Al-Quran selalu update sepanjang jaman. Disaat orang makin berkibar dengan pandangan westernisasi, tidak banyak yang setia dengan Al-Quran dan sunnah rosul.
Nice posting pak.
Tia menjadi lebih damai dan tenang setelah membaca uraian dari om Harto... Tia juga tambah yakin dan percaya akan keimanan dan kecintaan akan Islam n kitab suci Al'Quran dan tentunya Allah SWT
Makasih ya om udah berbagi hati dengan kita semua yang ada disini.. sukses selalu buat om Harto :)
tidak dapat di sangkal Al'Quran itu sebesar-besar mukjizat yang diturunkan Allah dimuka bumi ini. segala apa yang terkandung didalamnya adalah kebenaran dan tidak dapat disangkal oleh sesiapa pun.
Semoga seluruh umat manusia di dunia menyadarinya dan kembali ke pada ISLAM yang hakiki,, ISLAM yang benar-benar menjadi Agama yg PAsti...
Insya Allah Amin
itulah bedanya Islam dengan agama samawi yang lain, ajaran dan kitabnya tidak berubah dan tak lekang oleh waktu.
Mestipun ISLAM diobok-obok tapi tenang jaya
allohu akbar allohu akbar allohu akbar.......
itulah sebabnya mengapa Allah menjadikan Alqur'an sebagai mu'zizat nabi Muhammad SAW
semua ini dari sudut pandang pemeluk agama islam
Poskan Komentar