Selasa, 10 November 2009

Takut Miskin di Akhirat



Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.

''Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak.
Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,'' keluh si pemuda.

''Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah! '' Jawab sang kiai.
''Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba naik!
Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?''

''Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.''
''Percuma saja Pak Kiai. Setiap hari shalat lima waktu, shalat Hajat, shalat Dhuha, tapi Allah belum juga mengabulkan permohonan saya. Lebih baik saya berhenti saja beribadah... '' jawab pemuda itu dengan kesal.
''Kalau begitu, ya sudah. Pulang saja. Semoga Allah segera menjawab permintaanmu, '' timpal kiai dengan ringan.

Pemuda itu pun pulang. Rasa kesal masih menggelayuti hatinya hingga tiba di rumah. Ia menggerutu tak habis-habisnya hingga tertidur pulas di kursi serambi. Dalam tidur itu, ia bermimpi masuk ke dalam istana yng sangat luas, berlantaikan emas murni, dihiasi dengan lampu-lampu terbuat dari intan permata. Bahkan beribu wanita-wanita cantik jelita menyambutnya. Seorang permaisuri yang sangat cantik jelita dan bercahaya mendekati sang pemuda itu.

''Anda siapa?'' tanya pemuda.
''Akulah pendampingmu di hari akhirat nanti.''
''Ohh... lalu ini istana siapa?''
''Ini istanamu, dari Allah. Karena pekerjaan ibadahmu di dunia.''
''Ohh... dan taman-taman yang sangat indah ini juga punya saya yaaa...?''
''Betul!''
''Lautan madu, lautan susu, dan lautan permata, permadani yang ini apakah juga milik saya?''
''Betul sekali.'

Sang pemuda begitu mengagumi keindahan suasana syurga yang sangat menawan dan tak tertandingi. Namun, tiba-tiba ia terbangun dan mimpi itu pun hilang bagaikan tiupan angin yang berembus. Tak disangka, ia melihat tujuh mutiara sebesar telor ayam. Betapa senang hati pemuda itu dan ingin menjual mutiara-mutiara tersebut. Ia pun menemui sang kiai sebelum pergi ke tempat penjualan mutiara.
'Pak Kiai, setelah bermimpi saya mendapati tujuh mutiara yang sangat indah ini. Akhirnya Allah menjawab doa saya,'' kata pemuda penuh keriangan.

''Alhamdulillah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa tujuh mutiara itu adalah pahala-pahala ibadah yang kamu jalankan selama 3 tahun lalu.''

''Ini pahala-pahala saya Pak Kiai....? Lalu bagaimana dengan syurga saya....?''
''Tidak ada, karena Allah sudah membayar semua pekerjaan ibadahmu.
Mudah-mudahan kamu bahagia di dunia ini. Dengan tujuh mutiara itu kamu bisa menjadi miliader.''

Meditasi: ''Ya Allah, aku tidak mau mutiara-mutiara ini. Lebih baik aku miskin di dunia ini daripada miskin di akhirat nanti. Ya Allah kumpulkan kembali mutiara-mutiara ini dengan amalan ibadah lainnya sampai aku meninggal nanti,'' ujar pemuda itu dengan sadar diri. Tujuh mutiara yang berada di depannya itu hilang seketika. Ia berjanji tak akan mengeluh dan menjalani ibadah lebih baik lagi demi kekayaan akhirat kelak kita akan pulang menghadap sang khalik Allah Maha Pencipta.

Semoga cerita tersebut diatas menjadi bahan renungan untuk kita semua. Dan semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk yang terbaik untuk kita semua.

sumber : cerita dari tetangga

“Marilah kita takut pada Allah SWT dan kita akan berhenti takut kepada kehidupan dunia (manusia)”


18 komentar:

Ipin 10/11/09 12:35  

Cerita yang mengandung hikmah luar biasa . Allah maha mendengar setiap doa dan keluh kesah hambanya.jadi ingat akan firman Allah 'Udd uni astadzib lakum yang artinya : berdoalah kepadaku niscaya aku kabulkan. entah terrealisasinya kapan kita tidak tahu...., Miskin harta lebih baik dari pada Miskkin iman yahh pak..

Lina Marliana 10/11/09 15:40  

Santapan rohani di pagi hari..
Mengingatkan kita tuk selalu berdoa sebelum mengawali segala aktifitas pagi, dengan begitu semoga Allah selalu meridhoi setiap apa yg kita kerjakan, sehingga mendatangkan rizky yang berlimpah...

New Galeri Fhoto 10/11/09 19:12  

Subhanallah...!!! Saya sampai menitikkan air mata membacanya.

alkatro 10/11/09 22:59  

alhamdulillah.. benar2 artikel yang luar biasa; seindah kisah dalam kitab hikayat Syech As-Samarqandi.. titip salam buat tetangga mas harto ya..terimakasih i love this post :)

rumah blogger 11/11/09 03:08  

benar juga ya, baiknya kaya diakhirat ketimbang didunia enak, diakhirat kena siksa..

sabirinnet 11/11/09 03:12  

Tidak sedikit umat ini yg menjual dirinya kepada dunia. sangat sedikit yg menjual dirinya kepada Allah Azza Wa Jalla, itulah kerugian kita. mudahan kita semua selalu mendapat kekuatan Iman, amiinn

Phonank 11/11/09 05:08  

Aku ingin yang seperti itu.

Iyah jangan dinilai Ibadah kita dengan mengharapkan sesuatu, yaitu seperti beribadah agar dapat pekerjaan, dan mendapatkan uang banyak.

bisa jadi NOL besar ibadah kita, karena ibadah kita semata2 hanya untuk Allah s.w.t

cerita barusan penuh hikmah dan hidayah,,
inspirasinya darimana mas..?
hehe

Lebih baik takut miskin di akherat ketimbang takut miskin di dunia yang tidak sekekal akherat.

solusidigital 11/11/09 07:40  

Alhamdulillah... saya diingatkan oleh ini. Saya juga ingin membagi sesuatu yang semoga bermanfaat. Semoga juga bisa menjadi amalan baik saya yang di balas di akherat kelak. amin. Ini ada buku gratis...

heru 11/11/09 08:09  

nice post mas harto, cerita yang menarik mas, seperti pernah saya alami mas harto, dan sekarang alhamdullilah allah selalu memberi jalan buat saya

lina@happy family 11/11/09 08:23  

Terima kasih Pak Harto, bisa saya jadikan bahan renungan...

Haniseh 11/11/09 08:33  

hey..hanya kepada Allah lah kita bertawakkal..barang siapa yang bertawakkal kepada-Nya..maka Allah akan mencukupi nya..postingan hebat sob

Radja bontang 11/11/09 09:38  

memang benar sob barang siapa tidak ikhlas beribadah dan mengharapkan seluruh hasil ibadahnya maka dia tidak mendapatkan apa2 kelak.suatu cerita yang sangat bagus untuk menjadi renungan kita semua

NURA 11/11/09 09:54  

salam sobat
iya iiihh ngga mau ah miskin di akherat.
mendingan miskin dosanya saja .
semoga ALLAH SWT mengabulkan.

kelirirenk.co.cc 11/11/09 16:33  

Jika disuruh memilih : tidak ingin miskin dua-duanya baik di dunia maupun di akhirat.
Semoga kekayaan selama di dunia menjadi "sangu" untuk kaya di akhirat kelak

moenas 11/11/09 19:15  

wah postingannya seputar agama terus nih pak harto saya jadi terharu nih,,,
kalau saya sich maunya kaya di dunia dan kaya di akhirat (namanya juga manusia pasti maunya yg paling enak diantara yg enak) tp kebanyakan manusia mau enat tapi gak mo berusaha yagak????

ducky 12/11/09 08:30  

terimakasih pak, malem ini saya nyasar di blog bapak, tetapi mendapatkan lebih dr mutiara... ibadah rutin yg sedikit tapi menjadi teman di akhirat kelak.. tauziah yg sungguh berharga.

belajar blog 12/11/09 08:44  

saya juga ingin kaya di akhirat
harus rajin beribadah nih

Action Figure Toy 12/11/09 08:47  

bener2 inspirational nih ceritanya
sangat memacu saya untuk terus meningkatkan ibadah

Poskan Komentar

Followers

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com | Redesign by Jasa Pembuatan Blog Mung Bisnis2009

Back to TOP